Dia menegaskan bahwa bagi AS, perkembangan senjata nuklir adalah batasan yang mutlak dan tidak dapat ditawar.
Bantahan dan Tuntutan dari Pihak Iran
Di sisi lain, Iran secara konsisten membantah memiliki tujuan untuk mengembangkan senjata nuklir. Negara tersebut mendesak AS untuk mengizinkannya melanjutkan program pengayaan uranium untuk keperluan sipil, seperti energi, sebagaimana negara-negara lain. Iran juga menyatakan kesediaannya untuk program nuklirnya diawasi oleh badan pengawas internasional.
Dua Tiga Isu Krusial yang Belum Selesai
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, mengonfirmasi kegagalan perundingan. Menurutnya, meski ada kesepahaman di sejumlah hal, perbedaan pandangan pada dua atau tiga isu penting menyebabkan kebuntuan.
"Kami mencapai kesepahaman mengenai sejumlah isu, tapi pandangan kami berbeda pada dua atau tiga isu penting, dan pada akhirnya pembicaraan gagal menghasilkan kesepakatan," kata Baghaei usai perundingan.
Meski tidak merinci secara spesifik, Baghaei menyebutkan bahwa pembahasan dengan AS mencakup isu Selat Hormuz, program nuklir, ganti rugi, pencabutan sanksi, serta penyelesaian konflik di kawasan.
Artikel Terkait
Iran Bantah Keras! Benarkah AS Berhasil Bersihkan Ranjau di Selat Hormuz?
Pertemuan Rahasia JD Vance dengan Iran di Islamabad: Apa yang Sebenarnya Dibahas?
Iran Siap Perang 6 Bulan? Rudal & Drone Baru Siap Hantam AS-Israel Jika Gagal Damai
Iron Dome Bobol? Hizbullah Hujan Israel dengan Ratusan Roket & Drone, Ini Faktanya