Tolchenov menyoroti dampak kemanusiaan yang serius dari konflik yang meluas, termasuk potensi peningkatan korban sipil, kerusakan infrastruktur, dan gelombang pengungsi.
Ia turut menyinggung insiden di perbatasan Lebanon-Israel yang menyebabkan gugurnya tiga personel pasukan penjaga perdamaian Indonesia serta melukai lima lainnya, sebagai bagian dari dinamika konflik yang mencemaskan.
Seruan untuk Diplomasi dan Peran PBB
Di tengah situasi tersebut, Rusia menegaskan komitmennya untuk mendorong penyelesaian konflik melalui jalur diplomasi dan politik, serta menolak penggunaan kekuatan militer.
Tolchenov menekankan pentingnya menghidupkan kembali peran sentral lembaga internasional, khususnya Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan Dewan Keamanan PBB, dalam menjaga stabilitas global.
Palestina sebagai Akar Masalah
Dalam pernyataannya, Dubes Tolchenov juga menyatakan bahwa penyelesaian konflik di Timur Tengah tidak akan tuntas tanpa mengatasi isu Palestina. Pengabaian terhadap persoalan ini dinilai hanya akan memperpanjang konflik dan memperburuk kondisi kawasan.
Dukungan untuk Jalan Damai ke Depan
Di akhir paparannya, ia menyambut setiap kesepakatan yang mengarah pada penghentian permusuhan, seperti antara AS dan Iran. Tolchenov menegaskan bahwa Rusia akan terus konsisten mendorong penyelesaian konflik melalui jalur politik dan diplomasi yang inklusif.
Artikel Terkait
Iran Bongkar Jaringan Mossad: 35 Agen Teroris & Senjata Diamankan, Begini Modus Operasinya!
Trump Buka Permanen Selat Hormuz: Benarkah Ada Kesepakatan Rahasia dengan China?
Ledakan Dahsyat di Kilang Geelong: Pasokan Bensin Australia Terancam Lumpuh?
Selat Hormuz Tetap Ramai: Blokade AS Gagal Hentikan 2.000 Kapal?