Intelijen AS Ungkap Kekuatan Militer Iran Masih Signifikan untuk Perang Panjang
POLHUKAM.ID - Komunitas intelijen pertahanan Amerika Serikat (AS) memiliki keyakinan bahwa Iran masih menyimpan kemampuan militer yang besar dan siap untuk melanjutkan perang jika jalur diplomasi menemui jalan buntu. Laporan ini disampaikan kepada anggota Kongres AS, bertolak belakang dengan narasi publik yang selama ini digaungkan oleh pemerintahan Trump.
Stasiun berita NBC News mengutip pernyataan anggota Kongres yang telah mendapatkan pengarahan rahasia. Data intelijen tersebut menunjukkan fakta yang kontras dengan klaim berulang Presiden Donald Trump dan Menteri Pertahanan Pete Hegseth, yang menyatakan bahwa kemampuan pertahanan dan serang Iran telah dilumpuhkan dalam pertempuran 40 hari sejak 28 Februari.
Klaim Pemerintahan Trump vs Fakta Intelijen
Trump dan Hegseth terus menyatakan bahwa militer Iran telah menderita kerugian yang tidak dapat dipulihkan dalam waktu dekat. Namun, laporan dari Pentagon melalui Direktur Badan Intelijen Pertahanan, Letnan Jenderal James Adams, justru mengungkap hal sebaliknya.
Artikel Terkait
Kongres AS Buka Suara: 11 Ilmuwan Misterius Tewas, Ada Apa di Balik Program Rahasia Pentagon?
Iran Tolak Damai, Trump Ancam Serang: Apa yang Akan Terjadi Selanjutnya?
Blokade Trump vs Iran: Selat Hormuz Membara, Bisakah Perang Dicegah?
Gempa M7.4 Baru Saja Terjadi, BMKG Jepang Peringatkan: Bersiap untuk yang Lebih Dahsyat!