Gambar spanduk tersebut mulai viral di saluran-saluran Telegram pro-Israel. Salah satu channel menulis bahwa pasukan Brigade Negev sedang bersiap memperingati Hari Kemerdekaan Israel di lokasi RS Indonesia.
Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri RI langsung memberikan tanggapan keras. Melalui akun X resmi, Indonesia mengecam dan memprotes pemasangan spanduk tersebut.
"Tindakan ini sangat provokatif dan tidak dapat dibenarkan," bunyi pernyataan tersebut. Pemerintah menegaskan bahwa RS Indonesia adalah fasilitas sipil dan kemanusiaan murni yang dibangun dari solidaritas rakyat Indonesia untuk Palestina.
Indonesia juga mendesak Israel untuk menghormati hukum humaniter internasional yang melindungi infrastruktur sipil dan medis, serta meminta akuntabilitas atas segala serangan yang telah terjadi.
Status Terkini RS Indonesia di Gaza
Sejak tahun 2025, Rumah Sakit Indonesia di Gaza telah ditutup dan tidak dapat berfungsi melayani pasien akibat kerusakan parah dari serangan Israel. Pendudukan dan pemasangan simbol militer ini menambah daftar pelanggaran terhadap fasilitas kesehatan di wilayah konflik.
Artikel Terkait
Intelijen AS Bocorkan Fakta Mengejutkan: Iran Masih Punya Ribuan Rudal & Drone untuk Perang Jangka Panjang
Kongres AS Buka Suara: 11 Ilmuwan Misterius Tewas, Ada Apa di Balik Program Rahasia Pentagon?
Iran Tolak Damai, Trump Ancam Serang: Apa yang Akan Terjadi Selanjutnya?
Blokade Trump vs Iran: Selat Hormuz Membara, Bisakah Perang Dicegah?