Serangan xenofobia ini dianggap sangat ironis mengingat latar belakang internal pemerintahan Trump sendiri. Usha Vance, istri dari Wakil Presiden Trump, merupakan putri dari imigran asal India. Hal ini memicu tuduhan hipokrisi atau kemunafikan yang luar biasa terhadap sang Presiden.
Kelompok advokasi warga Amerika keturunan Asia juga mengecam tindakan Trump. Hindu American Foundation menyatakan bahwa tindakan Presiden ini dapat memicu kebencian dan membahayakan komunitas minoritas di AS, terutama di saat sentimen rasisme sedang memuncak.
Saat ini, terdapat sekitar 5,5 juta orang keturunan India dan jutaan warga keturunan China yang tinggal di AS. Hal ini menjadikan mereka kelompok diaspora Asia terbesar dan paling berpengaruh secara ekonomi di Amerika.
Masa Depan Perdagangan Terancam
Skandal "hellhole" ini muncul di saat sensitif, ketika Trump dan Modi sedang berupaya merundingkan kesepakatan dagang baru. Hubungan keduanya sempat mendingin tahun lalu akibat tarif tinggi yang diterapkan AS terhadap barang-barang India.
Meski Kedutaan Besar AS di New Delhi mencoba meredakan situasi dengan menyebut bahwa Trump menganggap India sebagai "negara besar", ketiadaan klarifikasi langsung dari Trump mengenai label "hellhole" tersebut justru memperkeruh suasana.
Langkah Trump ini semakin mempertegas ambisinya untuk membatasi kewarganegaraan berdasarkan tempat lahir (birthright citizenship), yang saat ini tengah diperjuangkan di Mahkamah Agung AS. Kebijakan ini dianggap banyak pihak sangat menargetkan komunitas imigran asal Asia.
Artikel Terkait
Praka Rico Gugur di Lebanon, TNI Kembali Berduka — Ini Fakta Terbaru Serangan ke Pasukan PBB
Trump Beri Perintah Tembak dan Hancurkan ke Angkatan Laut AS di Selat Hormuz – Ancaman Baru di Tengah Gencatan Senjata Iran
Trump Tegaskan Tak Akan Gunakan Nuklir Lawan Iran: Syarat Damai Abadi Terungkap
Dilempar Saus Tomat di Berlin! Aksi Tenang Reza Pahlavi Usai Konferensi Pers Justru Bikin Geger