Meski belum dinyatakan sebagai kedaruratan dunia, komite WHO mengimbau negara-negara yang terdampak untuk mengontrol penyebaran dengan respons yang intens. Wabah cacar monyet ini perlu dipantau secara seksama.
Penilaian ulang dapat dilakukan dalam kurun waktu 21 hari bila penyebaran terjadi lebih cepat, penyakit yang muncul menjadi lebih berat, atau menyebar ke kelompok yang lebih luas, seperti penyandang HIV, orang dengan kelainan imun, ibu hamil, atau anak-anak.
"Saya sangat khawatir dengan penyebaran cacar monyet," jelas Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus PhD.
Menurut Tedros, yang membuat wabah cacar monyet saat ini mengkhawatirkan adalah penyebarannya yang cepat dan berkelanjutan di negara-negara non endemik. Selain itu, ada potensi penyebaran atau transmisi ke kelompok rentan seperti orang dengan kelainan imun, ibu hamil, dan anak-anak.
"Dibutuhkan perhatian kolektif dan tindakan terkoordinasi saat untuk untuk menghentikan penyebaran virus monkeypox yang lebih jauh," ungkap Tedros.
Berdasarkan definisi WHO, deklarasi kedaruratan kesehatan masyarakat dunia mengindikasikan adanya kejadian tak biasa yang memiliki risiko tinggi untuk menyebar ke berbagai wilayah tanpa batas dan membutuhkan respons yang dikelola secara global.
Beberapa situasi yang pernah mendapatkan deklarasi ini adalah pandemi Covid-19, Ebola di Kongo dan Afrika Barat, dan virus Zika di Brasil.
Sumber: republika.co.id
Artikel Terkait
Gedung Putih Lockdown! Penembakan Misterius Usai Konvoi Wapres JD Vance Melintas
Iran vs AS Baku Tembak di Selat Hormuz: 6 Kapal Militer Hancur, Trump Beri Perintah Evakuasi
Rudal Hoot Iran: Senjata Bawah Laut 200 Kg yang Bikin Kapal Musuh Hancur Sekejap
Blokade AS Gagal Total? Iran Buka Suara soal Skenario Perang di Selat Hormuz