Keputusan itu mengancam akan menyulut kembali kekerasan dan bentrok berdarah di kota suci itu.
Kantor Menteri Keamanan Dalam Negeri Omer Barlev mengatakan pawai akan berlangsung pada 29 Mei mendatang di sepanjang "rute adat" melalui Gerbang Damaskus.
Setiap tahun, ribuan Ultranasionalis Yahydi berpartisipasi dalam pawai, mengibarkan bendera Israel, menyanyikan lagu-lagu.
Dalam beberapa kasus, mereka meneriakkan slogan-slogan anti-Arab, saat melewati penonton dan bisnis Palestina.
Kantor Barlev mengatakan keputusan itu dibuat setelah berkonsultasi dengan polisi.
Pawai itu dimaksudkan untuk merayakan penaklukan Israel atas Yerusalem timur dalam perang Timur Tengah tahun 1967.
Dalam sejarahnya, Israel mencaplok wilayah itu setelah menang perang namun langkah itu tidak diakui secara internasional.
Palestina sendiri mengklaim Yerusalem timur sebagai ibu kota negara masa depan.
Artikel Terkait
Gedung Putih Lockdown! Penembakan Misterius Usai Konvoi Wapres JD Vance Melintas
Iran vs AS Baku Tembak di Selat Hormuz: 6 Kapal Militer Hancur, Trump Beri Perintah Evakuasi
Rudal Hoot Iran: Senjata Bawah Laut 200 Kg yang Bikin Kapal Musuh Hancur Sekejap
Blokade AS Gagal Total? Iran Buka Suara soal Skenario Perang di Selat Hormuz