Perubahan ini telah mengalihkan domain X.com ke beranda Twitter, meskipun Twitter.com tetap aktif. Perubahan nama pada aplikasi seluler belum diperbarui untuk banyak pengguna.
Transisi dari Twitter ke 'X' sejalan dengan visi Musk untuk mengubah platform ini menjadi 'aplikasi segala hal'.
Menurut sebuah postingan dari CEO Twitter, Linda Yaccarino, 'X' akan berpusat pada audio, video, perpesanan, pembayaran, perbankan, dan didukung oleh kecerdasan buatan (AI).
Proses rebranding dimulai pada bulan April, ketika Twitter Inc. mengubah namanya menjadi 'X Corp', menurut pengajuan pengadilan.
Musk, yang kini menjabat sebagai ketua eksekutif dan CTO perusahaan, telah menyatakan bahwa tweet selanjutnya akan disebut sebagai 'x'.
Preferensi Musk terhadap huruf 'X' juga terlihat jelas pada usaha-usahanya yang lain.
SpaceX, perusahaan pembuat roket miliknya, menampilkan huruf 'X' dalam logonya.
Selain itu, Musk baru-baru ini meluncurkan startup AI baru bernama xAI.
Musk juga mendirikan X.com sebelum bergabung dengan Confinity dan berganti nama menjadi PayPal pada tahun 2001, dan dia membeli kembali domain tersebut dari PayPal pada tahun 2017.
Sumber: kompas
Artikel Terkait
AS Perluas Operasi: Buru Kapal Tanker Iran Sampai ke Samudera Pasifik, Apa Dampaknya?
Iran Berencana Tarik Tol Rp257 Triliun di Selat Hormuz: Mampukah Hadapi Penolakan AS?
Gempuran 11 Kota Lebanon Menit Terakhir Jelang Gencatan Senjata, Hizbullah Langsung Balas Dendam
Dubes Rusia Bongkar Fakta: AS & Israel Dituding Jadi Dalang Eskalasi Konflik Timur Tengah