POLHUKAM.ID - Saat sidang ke -78 Majelis Umum Perserikatan Bangsa- Bangsa yang dihadiri Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan merasa tidak nyaman.
Hal itu karena warna-warni yang dalam ruangan sidang PBB di New York, Amerika Serikat itu dianggapnya sebagai simbol LGBT.
Menurutnya Ruangan Sidang Majelis Umum PBB di New York pekan ini didekorasi dengan warna-warna cerah yang mempromosikan target-target Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).
Dalam kesempatan itu Erdogan menyatakan ingin mendiskusikan masalah tersebut dengan Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres, kata media Turki.
Pemerintah Turki pimpinan Erdogan dan Partai AK yang berbasis Islam, sudah mengeraskan pendiriannya terhadap kebebasan LGBTQ.
Artikel Terkait
Jerman Kembali Jadi Raksasa Militer Eropa: Strategi Rahasia & Target 260.000 Pasukan yang Bikin Rusia Waswas
Tragis! 21 Tewas dalam Tabrakan Maut Kereta Cepat Spanyol, Diduga Akibat Anjlok di Adamuz
Mengungkap Dampak Tersembunyi Perang Gaza: Lonjakan 40% PTSD & Gelombang Bunuh Diri di Militer Israel
Wanita Turki Ini Klaim Putri Donald Trump! Minta Tes DNA, Ini Bukti dan Kisahnya