POLHUKAM.ID - Saat sidang ke -78 Majelis Umum Perserikatan Bangsa- Bangsa yang dihadiri Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan merasa tidak nyaman.
Hal itu karena warna-warni yang dalam ruangan sidang PBB di New York, Amerika Serikat itu dianggapnya sebagai simbol LGBT.
Menurutnya Ruangan Sidang Majelis Umum PBB di New York pekan ini didekorasi dengan warna-warna cerah yang mempromosikan target-target Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).
Dalam kesempatan itu Erdogan menyatakan ingin mendiskusikan masalah tersebut dengan Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres, kata media Turki.
Pemerintah Turki pimpinan Erdogan dan Partai AK yang berbasis Islam, sudah mengeraskan pendiriannya terhadap kebebasan LGBTQ.
Artikel Terkait
AS Pecahkan Rekor! Rudal PrSM Lebih Dahsyat dari Tomahawk Akhirnya Ditembakkan ke Iran
Video Viral Rumah Itamar Ben-Gvir Terbakar: FAKTA atau HOAX? Ini Hasil Investigasinya
Krisis Energi Global Meledak: Pakistan Naikkan BBM 20%, Australia Panic Buying!
Krisis Teluk Meledak: Bagaimana UEA & Qatar Hancurkan 27 Rudal dan Drone Iran dalam Satu Malam?