"PBB dahulu memiliki 'prinsip' dan 'otoritas,' namun kini telah hilang," lanjut Mokhiber. "Namun rakyat Palestina adalah yang paling menderita karena kegagalan ini," tambahnya.
Selain itu, Mokhiber juga menyerukan kepada PBB untuk meninggalkan "solusi dua negara yang ilusif" dan menyarankan pembentukan "negara tunggal, demokratis, sekuler di seluruh wilayah bersejarah Palestina".
Mokhiber menegaskan bahwa untuk memperbaiki situasi, PBB perlu belajar dari aksi nyata yang diambil oleh masyarakat dunia. "PBB harus belajar dari sikap prinsip yang diambil di kota-kota di seluruh dunia, di mana banyak orang menentang genosida," pungkasnya.
Keputusan Mokhiber ini diperkirakan akan membawa dampak signifikan terhadap diskursus global mengenai krisis Palestina-Israel dan peran PBB dalam menangani konflik internasional.
Craig Mokhiber tidak lagi berdiam diri dan memilih untuk berbicara secara terbuka tentang apa yang dia anggap sebagai kegagalan tragis dari sebuah organisasi yang didirikan untuk memajukan hak asasi manusia dan keadilan internasional.
Sumber: inilah.
Artikel Terkait
Israel Bangun Pangkalan Militer Rahasia di Gurun Irak untuk Serang Iran, AS Tahu tapi Irak Tak Diizinkan Tahu
Dokumen FBI Bocor: Makhluk 4 Kaki Keluar dari UFO, Ini Bukti Mengerikannya!
Kisah di Balik 4 Anak Elon Musk: Mantan Dewan OpenAI Bongkar Rahasia Donasi Sperma & Gugatan Besar
Pentagon Buka 160 Dokumen UFO Rahasia: Laporan Astronot Apollo hingga Rekaman Militer yang Bikin Penasaran