"Saya tidak tahu bagaimana Anda bisa melakukan gencatan senjata permanen dengan Hamas yang telah mengatakan sebelum tanggal 7 Oktober, dan setelah tanggal 7 Oktober, bahwa mereka ingin menghancurkan Israel. Mereka menginginkan perang permanen. Saya tidak tahu bagaimana Anda bisa melakukan gencatan senjata permanen dengan sikap seperti itu," kata Sanders.
Jumat pekan lalu (8/12/2023), AS memveto resolusi Dewan Keamanan PBB yang diajukan oleh Uni Emirat Arab, yang menyerukan gencatan senjata segera di Jalur Gaza. Ini adalah kedua kalinya AS memveto resolusi sejak konflik meningkat.
Ketegangan di Timur Tengah berkobar lagi pada 7 Oktober setelah para militan dari kelompok pejuang Palestina, Hamas, melancarkan serangan mendadak ke wilayah Israel dari Jalur Gaza. Serangan itu menewaskan tentara dan penduduk Israel di daerah perbatasan dan menyandera beberapa orang.
Hamas menggambarkan serangannya sebagai respons terhadap tindakan agresif otoritas Israel terhadap Masjid Al-Aqsa di Temple Mount di Kota Tua Yerusalem. Israel mengumumkan blokade total terhadap Gaza dan mulai melakukan serangan terhadap target-target di Jalur Gaza, serta beberapa wilayah di Lebanon dan Suriah.
Sumber: inilah
Artikel Terkait
TNI Gugur di Lebanon: IDF Buka Suara, Siapa Dalang Sebenarnya?
Trump Klaim Mojtaba Khamenei Tewas: Benarkah Rezim Iran Akan Runtuh?
Markas UNIFIL Diserang Israel, Personel TNI Jadi Korban: Apa yang Terjadi?
Iran Ancam Bom Universitas AS & Israel: Target Baru yang Bikin Dunia Kaget!