polhukam.id-Starbucks kedai Kopi asal Amerika Serikat mengalami kerugian sangat besar hingga mencapai Rp186 triliun.
Pemicunya gegara Starbucks dituding sebagai perusahaan yang pro terhadap Israel dan mencuat di medsos.
Sejak awal konflik antara Hamas dengan Israel pecah pada 7 Oktober 2023, banyak perusahaan Amerika yang menawarkan dukungan kepada Israel.
Baca Juga: Bosen Cari Tempat Wisata yang Berbeda! Tiga Tempat Wisata Mangrove di Surabaya Ini Solusinya
Serangan Israel ke jalur Gaza pun menewaskan 18.000 warga Gaza.
Atas kebiadaban Israel itu, warga dunia menyerukan gerakan Boycott, Divestment, Sanctions (BDS) yaitu memboikot produk perusahaan yang terafiliasi kepada Israel.
Pemboikotan ini awalnya untuk menekan Israel dari segi ekonomi, sehingga mereka tidak dapat lagi membiayai militernya untuk menyerang ke jalur Gaza.
Artikel Terkait
Joe Biden Meninggal 2019? Fakta Mengejutkan di Balik Klaim Epstein Files
Lavrov Bongkar Satanisme Elite Barat: Inikah Wajah Asli Deep State yang Terungkap dari Dokumen Epstein?
Dokumen Rahasia Terungkap: Surat Kematian Jeffrey Epstein Terbit SEBELUM Ia Ditemukan Tewas!
Misteri Wajah di Uang $20: Benarkah Jeffrey Epstein Adalah Reinkarnasi Andrew Jackson?