Dukungan PUMA terhadap tim nasional sepak bola Israel menjadi salah satu alasan mengapa perusahaan ini menjadi sasaran boikot.
Gerakan boikot ini dipelopori oleh berbagai organisasi dan individu yang menilai bahwa Israel telah melakukan pelanggaran hak asasi manusia terhadap warga Palestina.
Pemboikotan terhadap produk-produk PUMA telah berdampak signifikan terhadap penjualan perusahaan ini.
Pada tahun 2023, penjualan PUMA di wilayah Timur Tengah dan Afrika Utara turun hingga 40%.
Pemboikotan ini juga berdampak pada citra PUMA sebagai brand global.
Perusahaan ini kehilangan kepercayaan dari konsumen di berbagai negara, termasuk negara-negara yang tidak terlibat langsung dalam konflik Palestina-Israel.
Pemboikotan terhadap produk-produk PUMA menunjukkan bahwa masyarakat dunia semakin peduli terhadap isu-isu kemanusiaan, termasuk konflik Palestina-Israel.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: nusahits.com
Artikel Terkait
Misteri 4 Hari Netanyahu: Benarkah PM Israel Tewas Pasca Serangan Iran?
AS Menyesal Abaikan Tawaran Rahasia Zelensky: Teknologi Anti-Drone Ukraina yang Bisa Hentikan Iran
Israel Dihujani 150+ Roket Hizbullah: Serangan Terkoordinasi dengan Iran Picu Eksodus Massal
Skandal Uskup San Diego: Dana Gereja Raib untuk Rumah Bordil, Diberhentikan Paus!