“Indonesia memiliki ZEE terbesar ketiga di dunia, dan terletak di jalur transportasi laut penting seperti Selat Malaka.
Dari sudut pandang logistik internasional Jepang, menjaga keamanan di sana adalah hal penting.
Namun sayangnya, lembaga-lembaga terkait yang fungsinya menjaga keamanan laut Indonesia tidak memiliki kapasitas yang cukup”, sambungnya.
Baca Juga: Jepang Baru Saja Merilis Fregat Mogami Ke-8, Sebuah Kapal Perang yang Diinginkan Indonesia
Proyek hibah ini adalah menyediakan satu kapal patroli berukuran besar untuk Bakamla dan akan dibangun di Jepang.
Sekali lagi Kementerian Luar Negeri Jepang tekankan, kehadiran kapal patroli ini adalah untuk memperkuat Bakamla menjalankan fungsinya.
Selanjutnya, pernyataan Jepang yang menyebut kekuatan Bakamla RI kurang memadai untuk jaga keamanan ada benarnya.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: zonajakarta.com
Artikel Terkait
Ancaman Trump ke Iran: Serangan Brutal Siap Dilancarkan Jika Tak Teken Kesepakatan
UFO Files Resmi Dirilis! Astronot Apollo Akui Keberadaan Makhluk Asing di Bulan – Ini Buktinya
Netanyahu Buka Suara: Perang dengan Iran Belum Usai, Masih Ada Pekerjaan Rumah yang Nggak Selesai-Selesai
Israel Bangun Pangkalan Militer Rahasia di Gurun Irak untuk Serang Iran, AS Tahu tapi Irak Tak Diizinkan Tahu