“Indonesia memiliki ZEE terbesar ketiga di dunia, dan terletak di jalur transportasi laut penting seperti Selat Malaka.
Dari sudut pandang logistik internasional Jepang, menjaga keamanan di sana adalah hal penting.
Namun sayangnya, lembaga-lembaga terkait yang fungsinya menjaga keamanan laut Indonesia tidak memiliki kapasitas yang cukup”, sambungnya.
Baca Juga: Jepang Baru Saja Merilis Fregat Mogami Ke-8, Sebuah Kapal Perang yang Diinginkan Indonesia
Proyek hibah ini adalah menyediakan satu kapal patroli berukuran besar untuk Bakamla dan akan dibangun di Jepang.
Sekali lagi Kementerian Luar Negeri Jepang tekankan, kehadiran kapal patroli ini adalah untuk memperkuat Bakamla menjalankan fungsinya.
Selanjutnya, pernyataan Jepang yang menyebut kekuatan Bakamla RI kurang memadai untuk jaga keamanan ada benarnya.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: zonajakarta.com
Artikel Terkait
Trump Tunda Lagi Serangan ke Iran: Deadline Baru 6 April 2026, Apa Strategi di Balik Perpanjangan 10 Hari Ini?
Israel Hapus 2 Nama Kunci Iran dari Daftar Buruan: Peran Rahasia Pakistan Terungkap
Iran Klaim Tembak Jatuh F-18 AS Senilai Rp1 Triliun: Video Detik-Detik Serangan dan Gelombang Rudal Poros Perlawanan
5 Syarat Iran Akhiri Perang: Tolak Gencatan Senjata AS, Ini Tuntutan yang Bikin Dunia Tegang