polhukam.id - Belum lama ini, Presiden Rusia Vladimir Putin mengadakan pertemuan dengan Kementerian Pertahanan yang dihadiri oleh petinggi militer, Selasa, 19 Desember 2023.
Pada kesempatan itu, Putin mengatakan bahwa dirinya siap berbicara dengan Ukraina, Amerika Serika (AS), dan Eropa mengenai pertempuran di sana.
Namun Putin juga tekankan bahwa yang dia prioritaskan adalah membela kepentingan nasionalnya.
“Kami tidak akan melupakan tujuan operasi militer khusus ini.
Kami pun tidak akan menerima (keanggotaan Ukraina di NATO), sampai kapanpun”, ucapnya tegas, dikutip Reuters di hari yang sama.
Kabar di atas semakin menarik dengan melihat keadaan Ukraina maupun sekutu Baratnya.
Pasalnya, AS sebagai pemasok senjata terbesar Ukraina mulai kehabisan stok di inventarisnya.
Artikel Terkait
Mantan Direktur PBB Mundur Drastis: Dunia Sudah di Ambang Perang Nuklir, Ini Buktinya!
Mengungkap Pembungkaman di PBB: Alasan Mengejutkan di Balik Pengunduran Diri Mohamad Safa
Lelang Kapal Iran oleh Indonesia: Apa Dampak Nyata bagi Pasokan BBM Kita di Selat Hormuz?
Trump Beberkan Laporan CIA: Benarkah Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei Gay?