Akan tetapi untuk kali ini, rudal balistik ini menggunakan bahan bakar padat yang pertama kalinya digunakan oleh negara pimpinan Presiden Kim Jong Un ini.
Ini merupakan pencapaian yang belum pernah diraih Korea Utara sebelumnya sepanjang sejarah.
Terlebih, pengembangan Hwasong 18 hingga mencapai spesifikasi tersebut dilakukan bersama Rusia yang notabene adalah negara sekutunya.
Dengan diluncurkannya Hwasong 18 untuk ketiga kalinya, ini meningkatkan hubungan mesra antara Korea Utara dan Rusia yang terjalin selama ini.
Kedua negara memang memiliki berbagai project kolaborasi dalam pengembangan teknologi alutsista, termasuk rudal balistik antarbenua.
Terkait Hwasong 18, kolaborasi dan transfer teknologi di antara keduanya bakal menjadi ancaman bagi Amerika Serikat dan kawasan Indo-Pasifik.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: zonajakarta.com
Artikel Terkait
Israel Hapus 2 Nama Kunci Iran dari Daftar Buruan: Peran Rahasia Pakistan Terungkap
Iran Klaim Tembak Jatuh F-18 AS Senilai Rp1 Triliun: Video Detik-Detik Serangan dan Gelombang Rudal Poros Perlawanan
5 Syarat Iran Akhiri Perang: Tolak Gencatan Senjata AS, Ini Tuntutan yang Bikin Dunia Tegang
USS Gerald Ford Ditarik dari Iran: Kelemahan Fatal Kapal Induk Termahal AS Terbongkar!