Dekorasi tersebut adalah gundukan yang terbuat dari potongan beton di sekitar pohon zaitun, dan di tengah gundukan ditempatkan mainan bayi untuk mengingatkan bayi yang terperangkap di bawah puing-puing.
Di sekitar puing-puing itu, disusun pula cabang pohon yang patah, beberapa patung dan lilin-lilin.
Ishak mengatakan memasang dekorasi puing alih-alih pohon Natal di Gereja adalah pesan bagi mereka sendiri dan dunia.
Baca Juga: Diduga Tak Mau Bayar Usai Open BO, Seorang Pria di Bekasi Tewas Dikeroyok Massa
"Pesan kami kepada diri kami sendiri adalah: Tuhan bersama kami dalam kesakitan. Kristus lahir dalam solidaritas dengan mereka yang kesakitan dan menderita. Tuhan menyertai mereka yang tertindas,” katanya.
"Kedua, kami ingin menyampaikan pesan kepada gereja di seluruh dunia: 'Sayangnya, Natal di Palestina seperti ini. 'Baik Kristen maupun Muslim, inilah keadaan yang kami jalani di Palestina," ujar Ishak.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: rubicnews.com
Artikel Terkait
Netanyahu Buka Suara: Perang dengan Iran Belum Usai, Masih Ada Pekerjaan Rumah yang Nggak Selesai-Selesai
Israel Bangun Pangkalan Militer Rahasia di Gurun Irak untuk Serang Iran, AS Tahu tapi Irak Tak Diizinkan Tahu
Dokumen FBI Bocor: Makhluk 4 Kaki Keluar dari UFO, Ini Bukti Mengerikannya!
Kisah di Balik 4 Anak Elon Musk: Mantan Dewan OpenAI Bongkar Rahasia Donasi Sperma & Gugatan Besar