Dalam penerapan sanksi ini, negara-negara Uni Eropa dilarang membeli minyak mentah dan produk minyak lainnya dari Rusia, yang dikirim melalui jalur laut. Pengecualian sementara diberlakukan untuk minyak mentah pipa.
"Sanksi ini akan mencakup lebih dari dua pertiga impor minyak dari Rusia. Mereka bakal kewalahan, karena sumber pembiayaan untuk mesin perangnya terpangkas," kata Presiden Dewan Eropa Charles Michel via Twitter, Senin (30/5/2022).
"Ini adalah bentuk tekanan maksimum yang diberikan kepada Rusia, agar mereka segera mengakhiri perang," imbuhnya.
Saat ini, pejabat dan diplomat masih harus menyepakati rincian teknis dan sanksi, yang secara resmi diadopsi oleh 27 negara.
Hongaria, yang akan terus menerima minyak Rusia melalui pipa, telah memblokir embargo selama sebulan terakhir. Demi memastikan pasokan energinya tidak akan terganggu.
Bloomberg menyebut, Budapest menerima jaminan dari para pemimpin Uni Eropa, bahwa mereka akan menerima pasokan pengganti, jika saluran pipa terganggu.
Komisi Eropa disebut telah mengusulkan untuk melarang impor minyak mentah enam bulan. Sedangkan produk minyak olahan, akan dihentikan dalam delapan bulan.
Pengiriman minyak melalui pipa raksasa Druzhba ke wilayah tengah Eropa tengah bisa dicegah, sampai solusi teknis ditemukan untuk memenuhi kebutuhan energi Hongaria dan negara-negara yang terkurung daratan lainnya.
Reaksi di pasar minyak relatif tidak terdengar. Patokan global minyak mentah Brent naik 0,6 persen ke level tertinggi dua bulan di angka 122,43 dolar AS per barel pada pukul 10.36 pagi di Singapura.
Artikel Terkait
Israel Hapus 2 Nama Kunci Iran dari Daftar Buruan: Peran Rahasia Pakistan Terungkap
Iran Klaim Tembak Jatuh F-18 AS Senilai Rp1 Triliun: Video Detik-Detik Serangan dan Gelombang Rudal Poros Perlawanan
5 Syarat Iran Akhiri Perang: Tolak Gencatan Senjata AS, Ini Tuntutan yang Bikin Dunia Tegang
USS Gerald Ford Ditarik dari Iran: Kelemahan Fatal Kapal Induk Termahal AS Terbongkar!