Baca Juga: Pemukim Israel Serang Jemaah Masjid Tepi Barat Pakai Semprotan Merica
Selama pengepungan dan penyerangan ini, ada sniper atau penembak jitu yang menembaki siapa pun yang bergerak di kawasan medis tersebut.
Komunitas internasional pun ramai-ramai mengecam keras serangan yang berpotensi besar melanggar hukum humaniter internasional ini.
Salmiya, sementara itu, memutuskan tetap tinggal di RS bersama sekitar 120 pasien yang tak bisa dievakuasi karena kondisi tubuh yang tak memungkinkan.
Baca Juga: Kim Jong Un Balik Gertak Ancaman AS Lakuan Uji Rudal
Ia sempat melaporkan bahwa rumah sakit langsung dikepung begitu para pasien dan tim medis keluar.
Serangan ini sendiri dilakukan lantaran Negeri Zionis menuding Hamas memiliki markas komando di bawah bangunan RS.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: mediakepri.co
Artikel Terkait
JD Vance Murka ke Netanyahu: Janji Rahasia Mossad Gagal Gulingkan Iran Terbongkar!
Iran Siapkan 1 Juta Pasukan: Neraka Historis Menanti AS Jika Invasi Darat Terjadi
Iran Kerahkan 1 Juta Tentara: Apa yang Akan Terjadi Jika AS Invasi Darat?
Bunga Kuning Mekar di Makam Gaza: Tanda Alam yang Bikin Haru dan Penasaran, Ini Maknanya!