Kim menyatakan pendekatan Pyongyang terhadap reunifikasi nasional berdasarkan satu bangsa dan satu negara dengan dua sistem.
Dan hal ini sangat bertentangan dengan penyatuan melalui penyerapan dan penyatuan di bawah demokrasi liberal.
Baca Juga: Jangan Panik, Berikut Tips yang Dapat Anda Lakukan Saat Barang Bawaan Tertinggal di Kereta Api
Pemimpin yang dijuluki supreme leader ini menyebut Korea Selatan saat ini merupakan negara bawahan kolonial yang politiknya benar-benar rusak.
Tak hanya itu, pertahanan serta keamanannya sepenuhnya bergantung pada Amerika Serikat.
Kim mengatakan Washington telah mengubah Seoul menjadi pangkalan militer dan gudang senjata nuklirnya.
Dan jumlah latihan militer gabungan antara AS, Korea Selatan, dan Jepang pada tahun 2023 meningkat dua kali lipat dibandingkan tahun lalu.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: strategi.id
Artikel Terkait
Trump Tunda Lagi Serangan ke Iran: Deadline Baru 6 April 2026, Apa Strategi di Balik Perpanjangan 10 Hari Ini?
Israel Hapus 2 Nama Kunci Iran dari Daftar Buruan: Peran Rahasia Pakistan Terungkap
Iran Klaim Tembak Jatuh F-18 AS Senilai Rp1 Triliun: Video Detik-Detik Serangan dan Gelombang Rudal Poros Perlawanan
5 Syarat Iran Akhiri Perang: Tolak Gencatan Senjata AS, Ini Tuntutan yang Bikin Dunia Tegang