"Anak ini mengalami trauma psikologis yang mirip dengan seseorang yang diperkosa secara fisik. Terdapat dampak emosional dan psikologis pada korban yang memiliki dampak jangka panjang dibandingkan cedera fisik apa pun," kata seorang perwira senior kepolisian Inggris.
Rincian kasus ini pun dirahasiakan untuk melindungi korban, di tengah kekhawatiran penuntutan tidak dapat dilakukan karena beberapa alasan.
"Hal ini menimbulkan sejumlah tantangan bagi penegakan hukum mengingat undang-undang yang ada saat ini tidak dirancang untuk hal ini," ujarnya.
Kemunculan kasus ini menimbulkan pertanyaan tentang sejauh mana undang-undang saat ini berlaku di dunia maya.
Baca Juga: Salat dan Haji di Metaverse Haram dan Tidak Sah, Ini Penjelasan Cholil Nafis
Para pemimpin kepolisian kini menyerukan undang-undang untuk mengatasi gelombang pelanggaran seksual di dunia maya. Mereka juga mengatakan taktik petugas harus berevolusi untuk menghentikan orang-orang mesum yang menggunakan teknologi baru untuk mengeksploitasi anak-anak.
Sekedar informasi, ada sejumlah serangan seksual yang dilaporkan di Horizon Worlds, sebuah game online VR gratis yang dijalankan oleh pemilik Facebook, Meta.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: harianmassa.id
Artikel Terkait
Iran Kerahkan 1 Juta Tentara: Apa yang Akan Terjadi Jika AS Invasi Darat?
Bunga Kuning Mekar di Makam Gaza: Tanda Alam yang Bikin Haru dan Penasaran, Ini Maknanya!
Momen Terakhir Ali Khamenei Terekam CCTV: Ini Aktivitas yang Dilakukan Sebelum Syahid
Israel Ancam Bunuh Tokoh Iran Lainnya: Target Baru IDF Terungkap!