polhukam.id. Para pemimpin Ukraina harus jujur mengakui bahwa mereka telah kehilangan 500.000 anggota militer sejak awal konflik dengan Rusia, dan bahwa tingkat korban bulanan adalah sekitar 30.000, kata mantan jaksa agung Yury Lutsenko.
Pemerintahan Presiden Vladimir Zelensky dapat meyakinkan warganya yang enggan untuk ikut berperang dengan secara terbuka mengakui kerugian besar di medan perang dan menyatakan bahwa keberadaan negara tersebut berada dalam bahaya, ia yakin.
Baca Juga: Presiden Joko Widodo Mengecek Persedian Beras Bulog Yang Berada Di Serang Banten
Warga Ukraina “harus mengetahui berapa banyak orang yang tewas, dan kemudian semua perdebatan mengenai mobilisasi akan diselesaikan,” tambahnya.
Berbicara kepada media negara pada hari Rabu, mantan pejabat tersebut mengusulkan sejumlah langkah untuk mengatasi penghindaran wajib militer dan korupsi yang menghambat upaya wajib militer di negara tersebut.
Dia menyarankan agar undang-undang baru harus diperkenalkan oleh Presiden Ukraina Vladimir Zelensky, menteri pertahanan negara itu, dan jenderal militer untuk menekankan keseriusan situasi ini.
Baca Juga: Pemerintah Di Tahun 2024 Akan Membuka Lowongan Sebanyak 2.3 Juta Calon Aparatur Sipil Negara
Artikel Terkait
Trump Tunda Lagi Serangan ke Iran: Deadline Baru 6 April 2026, Apa Strategi di Balik Perpanjangan 10 Hari Ini?
Israel Hapus 2 Nama Kunci Iran dari Daftar Buruan: Peran Rahasia Pakistan Terungkap
Iran Klaim Tembak Jatuh F-18 AS Senilai Rp1 Triliun: Video Detik-Detik Serangan dan Gelombang Rudal Poros Perlawanan
5 Syarat Iran Akhiri Perang: Tolak Gencatan Senjata AS, Ini Tuntutan yang Bikin Dunia Tegang