polhukam.id - Jutaan penduduk Yaman melakukan demu usai serangan udara yang diluncurkan oleh Amerika Serikat (AS) dan Inggris pada Jumat (12/1) dini hari ke pangkalan Militer Houthi.
Penduduk Yaman berkumpul di berbagai kota menunjukkan bentuk protes dan mengutuk tindakan yang dilakukan AS-Inggris saat menyerang wilayah mereka..
Gelombang konflik antara Israel-Gaza meluas, Yaman sebagai negara pejuang yang membela kemerdekaan Palestina kini ikut diserang.
Kejadian ini dipicu karena AS-Inggris yang tidak terima atas perlakukan Houthi selaku Gerakan bersenjata Yaman yang melakukan pembajakan terhadap kapal-kapal mereka di Laut Merah yang akan menuju Israel.
Dikutip dari Reuters, Kementerian Pertahanan Inggris James Heappey yang mengatakan bahwa serangan Amerika yang dilakukan adalah sebagai bentuk pembelaan diri untuk melemahkan kemampuan Houthi.
Houthi mengatakan bahwa mereka hanya menargetkan kapal-kapal yang akan menuju ke Israel, lebih dari 1000 mil jauhnya.
Pembajakan yang dilakukan oleh Houthi ini sebagai bentuk dukungan terhadap Palestina yang saat ini tengah berkonflik dengan Israel.
Artikel Terkait
Israel Hapus 2 Nama Kunci Iran dari Daftar Buruan: Peran Rahasia Pakistan Terungkap
Iran Klaim Tembak Jatuh F-18 AS Senilai Rp1 Triliun: Video Detik-Detik Serangan dan Gelombang Rudal Poros Perlawanan
5 Syarat Iran Akhiri Perang: Tolak Gencatan Senjata AS, Ini Tuntutan yang Bikin Dunia Tegang
USS Gerald Ford Ditarik dari Iran: Kelemahan Fatal Kapal Induk Termahal AS Terbongkar!