polhukam.id - Andriana Supandi, Duta Besar Republik Indonesia untuk Papua Nugini, mengatakan tidak ada warga negara Indonesia (WNI), termasuk pekerja migran, yang tewas dalam kekerasan di Papua Nugini.
KBRI terus memantau situasi WNI khususnya pekerja migran menyusul terjadinya kekerasan di Papua Nugini.
"Alhamdulillah, sampai Jumat pagi tidak ada WNI yang menjadi korban," ujar Dubes Andriana Supandi.
Baca Juga: Apa yang harus Didahulukan, Puasa Qadha atau Sunnah Rajab
Duta Besar Indonesia untuk Papua Nugini dan Kepulauan Solomon mengaku selamat namun trauma dengan penjarahan dan pembakaran supermarket tempat mereka bekerja.
Situasi keamanan baik dan terkendali, terutama di Port Moresby, ibu kota Papua Nugini.
Pemerintah Papua Nugini telah mengumumkan keadaan darurat selama 14 hari di Port Moresby mulai Kamis malam.
Artikel Terkait
Israel Bangun Pangkalan Militer Rahasia di Gurun Irak untuk Serang Iran, AS Tahu tapi Irak Tak Diizinkan Tahu
Dokumen FBI Bocor: Makhluk 4 Kaki Keluar dari UFO, Ini Bukti Mengerikannya!
Kisah di Balik 4 Anak Elon Musk: Mantan Dewan OpenAI Bongkar Rahasia Donasi Sperma & Gugatan Besar
Pentagon Buka 160 Dokumen UFO Rahasia: Laporan Astronot Apollo hingga Rekaman Militer yang Bikin Penasaran