Baca Juga: Pilot British Airways Diculik, Diserang dan Dirampok Saat Transit di Afrika Selatan
Saat ini WNI khususnya pekerja migran sudah hidup aman di rumahnya masing-masing, termasuk di mess perusahaan, dan terus diawasi oleh KBRI.
"Memang benar, untuk memastikan keberadaan dan keamanan Kedubes RI selalu memonitor," ujar Andriana.
Ia mengatakan, pihaknya masih mencari tahu berapa jumlah pekerja migran yang ada di Papua Nugini dan apa kebijakan perusahaan pasca kerusuhan.
Baca Juga: Kabar Duka, Ibunda Maxime Bouttier Meninggal Dunia
"Kami juga memonitor dampak bagi pekerja migran yang tempat kerjanya dijarah dan dibakar," kata Andriana.
Kerusuhan terjadi di Port Moresby dan beberapa kota di Papua Nugini pada Rabu, 10 Januari 2024.
Kerusuhan terjadi setelah polisi dan pegawai negeri melakukan pemogokan karena pemotongan gaji hingga $100 (sekitar Rp 1,5 juta).
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: alonesia.com
Artikel Terkait
Dokumen Rahasia Terungkap: Surat Kematian Jeffrey Epstein Terbit SEBELUM Ia Ditemukan Tewas!
Misteri Wajah di Uang $20: Benarkah Jeffrey Epstein Adalah Reinkarnasi Andrew Jackson?
Iran Tolak Mentah-Mentah! Ini Alasan Pengayaan Uranium Tak Bisa Ditawar AS di Oman
Dokumen FBI Bocor: Ternyata Ini Peran Sebenarnya Jeffrey Epstein untuk Mossad