polhukam.id - Andriana Supandi, Duta Besar Republik Indonesia untuk Papua Nugini, mengatakan tidak ada warga negara Indonesia (WNI), termasuk pekerja migran, yang tewas dalam kekerasan di Papua Nugini.
KBRI terus memantau situasi WNI khususnya pekerja migran menyusul terjadinya kekerasan di Papua Nugini.
"Alhamdulillah, sampai Jumat pagi tidak ada WNI yang menjadi korban," ujar Dubes Andriana Supandi.
Baca Juga: Apa yang harus Didahulukan, Puasa Qadha atau Sunnah Rajab
Duta Besar Indonesia untuk Papua Nugini dan Kepulauan Solomon mengaku selamat namun trauma dengan penjarahan dan pembakaran supermarket tempat mereka bekerja.
Situasi keamanan baik dan terkendali, terutama di Port Moresby, ibu kota Papua Nugini.
Pemerintah Papua Nugini telah mengumumkan keadaan darurat selama 14 hari di Port Moresby mulai Kamis malam.
Artikel Terkait
5 Syarat Iran Akhiri Perang: Tolak Gencatan Senjata AS, Ini Tuntutan yang Bikin Dunia Tegang
USS Gerald Ford Ditarik dari Iran: Kelemahan Fatal Kapal Induk Termahal AS Terbongkar!
Solar Vietnam Naik 105%! Dampak Konflik Timur Tengah 2026 yang Bikin Warga Beralih ke Sepeda
Harga BBM Vietnam Meledak 105%! Ini Dampak Konflik Timur Tengah 2026