Terlebih lagi, pengaruh Beijing kental di sana. Namun, mereka justru menghadapi setidaknya satu pertanyaan canggung, yaitu soal HAM dan demokrasi.
Dilansir dari Reuters, Perdana Menteri Kamboja Hun Sen telah memerintah negara tersebut sejak 1985. Namun, baru sekarang ia diundang ke Gedung Putih.
Hun Sen menghadapi kritik dari para aktivis dan pemerintah AS lantaran memberangus perbedaan pendapat. Bahkan, terjadi aksi lempar sepatu di Washington pada Rabu (11/5), menurut foto dan video yang diunggah di laman berbahasa Khmer, Monoroom.info.
Namun, sepatu itu tampaknya tak mengenai Hun Sen. Orang lain terlihat menyapa dan berswafoto dengan perdana menteri.
Delapan pemimpin ASEAN, termasuk Hun Sen, makan siang dengan para pemimpin kongres di Capitol Hill pada Kamis (12/5).
"Ketua DPR Nancy Pelosi, Ketua Komite Hubungan Luar Negeri Senat Robert Menendez, dan Ketua Komite Urusan Luar Negeri DPR Gregory Meeks, semuanya menyinggung pentingnya perlindungan HAM dan upaya untuk menghadapi redupnya demokrasi di kawasan itu," ungkap seseorang yang mengetahui situasi makan siang tersebut.
Artikel Terkait
Bumi Kehilangan Gravitasi 7 Detik di 2026? Ini Fakta Sains yang Mengejutkan!
Dewan Perang Rahasia Eropa: Benarkah Elite Eropa Bersiap Hadapi Perang Dunia 3?
Jerman Kembali Jadi Raksasa Militer Eropa: Strategi Rahasia & Target 260.000 Pasukan yang Bikin Rusia Waswas
Tragis! 21 Tewas dalam Tabrakan Maut Kereta Cepat Spanyol, Diduga Akibat Anjlok di Adamuz