polhukam.id - Ilmuwan di Berlin membuat sejarah baru dengan berhasil melakukan transfer embrio pertama pada badak putih, menggunakan metode bayi tabung untuk menyelamatkan subspesies badak putih utara yang terancam punah.
Dilansir dari Reuters, tim BioRescue berhasil membuahi badak putih utara betina dengan menggunakan sperma dari subspesies badak jantan yang sudah mati, menghasilkan embrio yang nantinya akan ditransfer ke badak putih selatan.
Meskipun kedua badak itu mati karena infeksi bakteri di Kenya pada 24 September 2023, embrio berhasil ditanamkan ke ibu pengganti setelah melalui proses inkubasi.
Baca Juga: Manchester United Sukses Atasi Perlawanan Newport County Di Piala FA
Tim BioRescue yang mendapatkan dukungan dari pemerintah Jerman, menyatakan bahwa prosedur tersebut berhasil mencapai kehamilan selama 70 hari, di mana embrio jantan berkembang dengan baik hingga mencapai panjang 6,4 cm.
Artikel Terkait
Israel Bangun Pangkalan Militer Rahasia di Gurun Irak untuk Serang Iran, AS Tahu tapi Irak Tak Diizinkan Tahu
Dokumen FBI Bocor: Makhluk 4 Kaki Keluar dari UFO, Ini Bukti Mengerikannya!
Kisah di Balik 4 Anak Elon Musk: Mantan Dewan OpenAI Bongkar Rahasia Donasi Sperma & Gugatan Besar
Pentagon Buka 160 Dokumen UFO Rahasia: Laporan Astronot Apollo hingga Rekaman Militer yang Bikin Penasaran