Bahkan, pelayanan kesehatan di sana masih tergolong sangat kurang mencukupi bagi warga sipil.
"Ada defisit dalam cakupan kesehatan dan kekurangan besar obat-obatan di Jalur Gaza," ujarnya.
Mereka menegaskan, pertolongan medis hanya bisa didapatkan di tempat lain, selain Gaza.
"Lebih dari 8.000 warga Palestina harus dibawa keluar dari Jalur Gaza untuk mendapatkan perawatan darurat," tegasnya.
Sedangkan, UNICEF laporkan belasan ribu anak-anak harus hidup tanpa kedekatan keluarga mereka.
"Perkiraan kami menunjukkan bahwa 17.000 anak di Gaza tidak didampingi atau terpisah dari keluarga mereka," kata UNICEF.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: orbid.id
Artikel Terkait
3 Titik Rawan Perang di Asia! Analisis Prof Jiang Xueqin: Taiwan, Malaka, & Korea Utara Bisa Picu Konflik Besar
Putra Pemimpin Hamas Tewas di Gaza: Serangan Israel Kembali Memakan Korban
Israel Hancurkan Gencatan Senjata! Serangan Brutal ke Beirut Target Komandan Hizbullah, Perang Baru Dimulai?
Obama Bongkar Rahasia di Balik Ambisi Perang Netanyahu: Hasutan ke AS yang Berujung Petaka di Selat Hormuz