Minyakita Tembus Rp22.000! Pengamat Bongkar Biang Keroknya Bukan Minyak Sawit, Tapi Plastik

- Jumat, 08 Mei 2026 | 16:00 WIB
Minyakita Tembus Rp22.000! Pengamat Bongkar Biang Keroknya Bukan Minyak Sawit, Tapi Plastik

POLHUKAM.ID - Harga Minyakita yang menembus Rp22 ribu per liter, jauh melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp15.700, menuai sorotan tajam dari Pengamat Ekonomi, Ibrahim Assuaibi. Kenaikan harga minyak goreng ini memicu pertanyaan besar terkait pengawasan dan regulasi pemerintah.

Menurut Ibrahim, akar permasalahan utama melonjaknya harga Minyakita bukan semata-mata pada minyak sawit, melainkan pada biaya produksi kemasan plastik. Ia mengungkapkan bahwa harga bahan baku plastik untuk kemasan mengalami kenaikan drastis hingga 100 persen, bahkan lebih.

"Permasalahan Minyakita sebenarnya ada di plastik. Kenapa Kementerian Perdagangan diam saja? Harga plastik naik sampai 100 persen, bahkan ada yang bilang 150 persen hingga 170 persen, tergantung bahannya," kata Ibrahim kepada RMOL, Jumat, 8 Mei 2026.

Ibrahim menjelaskan bahwa bahan baku plastik merupakan turunan dari minyak mentah dunia yang mayoritas dipasok dari kawasan Timur Tengah. Kondisi geopolitik dan konflik yang terjadi belakangan ini dinilai mengganggu rantai pasokan global, sehingga berdampak langsung pada kenaikan harga plastik di dalam negeri.

"Kenaikan harga plastik ini pasti berdampak pada kemasan Minyakita. Walaupun naik, seharusnya tidak terlalu signifikan karena produk ini juga mendapat subsidi," jelasnya.

Meskipun faktor kemasan menjadi pemicu, Ibrahim menilai kelangkaan Minyakita di pasaran tetap menjadi tanda tanya besar. Menurutnya, gangguan pasokan kemasan plastik memang memengaruhi distribusi, namun persoalan tersebut seharusnya sudah bisa diantisipasi oleh pemerintah sejak awal.

Ia juga menduga pemerintah tengah mencari alternatif merek minyak goreng lain yang dapat memperoleh subsidi selain Minyakita. Namun, hingga saat ini langkah strategis tersebut dinilai belum terealisasi secara konkret.

Halaman:

Komentar