Moskow, yang mengirim ribuan tentara ke Ukraina pada 24 Februari, mengatakan bahwa mereka terlibat dalam "operasi militer khusus" untuk mendemiliterisasi negara tetangganya dan menyingkirkan nasionalis berbahaya yang mengancam penduduknya yang berbahasa Rusia.
Ukraina dan sekutunya menolak klaim Rusia sebagai dalih tak berdasar untuk melancarkan perang agresi tak beralasan yang telah menewaskan ribuan orang, meratakan kota, dan mendorong lebih dari 6 juta orang mengungsi ke luar negeri.
Sementara itu, presiden Vladimir Putin telah berulang kali membantah bahwa Rusia menggunakan wajib militer, para pemuda yang direkrut oleh negara untuk bertugas di ketentaraan, dengan mengatakan hanya tentara dan perwira profesional yang ambil bagian dalam operasi militernya.
Namun kementerian pertahanan mengakui pada bulan Maret bahwa beberapa telah salah dikirim untuk berperang.
Sumber: jakarta.suara.com
Artikel Terkait
Israel Hapus 2 Nama Kunci Iran dari Daftar Buruan: Peran Rahasia Pakistan Terungkap
Iran Klaim Tembak Jatuh F-18 AS Senilai Rp1 Triliun: Video Detik-Detik Serangan dan Gelombang Rudal Poros Perlawanan
5 Syarat Iran Akhiri Perang: Tolak Gencatan Senjata AS, Ini Tuntutan yang Bikin Dunia Tegang
USS Gerald Ford Ditarik dari Iran: Kelemahan Fatal Kapal Induk Termahal AS Terbongkar!