Sedikitnya 60 orang tewas dan 11 lainnya masih dinyatakan hilang setelah kebakaran besar melanda sebuah pusat perbelanjaan di kota al-Kut, Irak timur, pada Rabu malam waktu setempat, 16 Juli 2025.
Insiden tragis ini memicu kepanikan dan duka mendalam di kalangan warga setempat, sementara upaya pencarian dan identifikasi korban masih terus berlangsung.
Api melalap gedung supermarket lima lantai itu semalaman, dengan video yang beredar di media sosial menunjukkan kobaran api besar dan asap pekat saat petugas pemadam kebakaran berjuang menjinakkan api.
Seorang pejabat dari otoritas kesehatan kota mengatakan bahwa sebanyak 59 korban telah berhasil diidentifikasi, sementara satu jenazah lainnya mengalami luka bakar parah sehingga sulit dikenali.
“Kami telah menyusun daftar 59 korban yang identitasnya telah dikonfirmasi, tetapi satu jenazah terbakar sangat parah sehingga sangat sulit untuk diidentifikasi,” ujar pejabat kesehatan tersebut, seperti dimuat Reuters.
Sementara itu, pihak berwenang menyatakan bahwa masih ada korban yang belum ditemukan.
“Kami memiliki lebih banyak jenazah yang belum ditemukan, masih tertimbun reruntuhan kebakaran,” kata pejabat kota, Ali al-Mayahi.
Penyebab pasti kebakaran masih belum diketahui hingga saat ini. Namun, Gubernur provinsi menyatakan bahwa hasil awal dari penyelidikan akan diumumkan dalam waktu 48 jam, sebagaimana dilaporkan oleh kantor berita negara Irak (INA).
“Kami telah mengajukan gugatan terhadap pemilik gedung dan mal tersebut,” demikian pernyataan Gubernur seperti dikutip INA.
Kebakaran ini menambah daftar panjang insiden keselamatan bangunan di Irak, yang dalam beberapa tahun terakhir telah menghadapi tantangan serius terkait infrastruktur dan pengawasan standar keselamatan publik.
Sumber: rmol
Foto: Api berkorbar di Mal kota al-Kut, Irak timur, pada Rabu malam waktu setempat, 16 Juli 2025/Net
Artikel Terkait
Hary Tanoe & Dokumen Epstein: Benarkah Beli Rumah Trump dan Temui CIA Indonesia?
Ressa Rizky Rosano Buka Suara: Benarkah Sudah Nikah & Punya Anak di Usia 17 Tahun?
PPATK Bongkar Skandal Emas Ilegal Rp155 Triliun: Devisa Negara Bocor ke Singapura?
Habib Bahar bin Smith Ditahan! Ini Pasal Berat yang Menghantuinya