Masalah ini akan selesai, kegaduhan yang ditimbulkan akan mereda, jika Saudara Joko Widodo melakukan satu dari dua opsi berikut ini:
Pertama, segera sebutkan nama dan definitifkan siapa itu orang besar yang dimaksud. Dengan demikian, perkara akan dapat dilokalisir.
Kedua, mencabut pernyataan dan meminta maaf secara terbuka kepada publik.
Pilihan kedua ini, yang kami dorong karena kami yakin Saudara Joko Widodo tidak akan punya keberanian untuk tunjuk hidung.
Secara politik, Saudara Joko Widodo meskipun culas dan pembohong, sekaligus pengecut. Jadi, tak mungkin berani sebut nama.
Kepengecutan Saudara Joko Widodo secara politik, juga sama dalam konteks hukum.
Saat polisi merilis 12 nama terlapor kasus pencemaran dan fitnah, Saudara Joko Widodo tak berani sebut satu pun nama orang yang dilaporkannya. Saudara Joko Widodo berdalih hanya melaporkan peristiwa.
Padahal, delik aduan pencemaran dan fitnah itu harus spesifik. Namanya, harus muncul dari pihak yang merasa dicemarkan dan difitnah.
Bukan polisi, yang merasa menjadi Joko Widodo lalu menetapkan 12 nama yang mencemarkan Joko Widodo.
Hari ini, Senin tanggal 04 Agustus 2025, Pukul 15.30 WIB- selesai. Kami akan adakan konpers tentang masalah ini, di Kantor SAY & PARTNERS. Jl. Matraman Raya No.64, Kb. Manggis, Kec. Matraman, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta. (SAY N PARTNERS).
Agenda kami jelas, yakni mengajukan SOMASI TERBUKA KEPADA PRESIDEN RI KE-7, TERKAIT TUDUHAN ADA 'ORANG BESAR' DIBALIK KASUS IJAZAH PALSU JOKO WIDODO.
Artikel Terkait
Wali Kota Bekasi Nyaris Kena Golok Saat Tertibkan PKL: Ini Kronologi Lengkap dan Responsnya!
PAN Usung Prabowo-Zulhas Dua Periode: Akankah Koalisi Gemuk Prabowo Pecah?
Masa Lalu Kelam Denada Tambunan Terungkap: Gonta-Ganti Pacar, Gaya Hidup Malam, dan Misteri Anak Ketiga
Video Gilcans Ambon Viral 54 Detik: Fakta Mencengangkan di Balik Sprei Hijau yang Hebohkan Medsos