Tak hanya itu, WIKA juga harus membangun sejumlah jalan tol yang masuk PSN.
Mulai pembangunan tol di IKN, tol Semarang-Demak, tol Cisumdawu dan banyak lagi lainnya.
Akibat beban berat itu, WIKA sempat menelan kerugian hingga Rp7,12 triliun pada 2023.
Pandangan senada disampaikan Egi Hendrawan, seorang aktivis mahasiswa yang menyoroti keputusan Erick Thohir mengangkat Silfester Matutina, Ketua Relawan Solidaritas Merah Putih (Solmet), sebagai Komisaris Independen ID Food.
Padahal, status Silfester adalah terpidana kasus pencemaran nama baik mantan Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla.
Di mana putusan bui selama 1,5 tahun untuk Silfester sudah berkekuatan hukum tetap alias inkrah.
Anehnya, keputusan tersebut tak segera dieksekusi Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Selatan.
“Bagaimana mungkin seorang yang sudah divonis pengadilan bisa diangkat menjadi komisaris? Mencoreng citra BUMN. Erick Thohir adalah yang paling bertanggung jawab. Layak dia dicopot dari Menteri BUMN,” tegas Egi.
Ia juga menilai, kerugian yang dialami sejumlah perusahaan BUMN tidak lepas dari lemahnya proses seleksi direksi maupun komisaris.
“Pantas saja BUMN banyak rugi, ternyata ada napi yang justru menduduki posisi penting,” pungkasnya.
Sumber: Inilah
Artikel Terkait
Libur Paksa Angkot & Gojek Saat Lebaran: Bantuan atau Bencana Bagi Pekerja?
Impor 105.000 Mobil India vs Industri Lokal: Benarkah Kapasitas Produksi Kita Mencukupi?
Gaikindo Buka Suara: 105.000 Mobil India Akan Impor, Padahal Pabrik Lokal Nganggur?
Gaikindo Bongkar Rencana Impor 105.000 Mobil India: Kapasitas Dalam Negeri Mampu, Lalu Kenapa?