Deputi Kepala BPKP Bidang Akuntan Negara Sally Salamah mengatakan, Garuda Indonesia memiliki utang besar di antaranya ke Pertamina, Angkasa Pura, hingga Himpunan Bank Negara (Himbara).
"Cukup besar utangnya Garuda kepada BUMN-BUMN lain, menjadi concern emang apakah program restrukturisasi, yaitu obligasi dan lainnya itu sesuai enggak (dengan) Governance, Risk, and Complience, (GRC), ini terus kami kawal," ujar Sally dikutip Rabu (15/6/2022).
Sally juga menyoroti dampak dari proses restrukturisasi yang nantinya akan dijalankan, terutama dampak terhadap kerugian negara. "Antara lain ketika utang itu dihapuskan, apakah memang nanti menyebabkan kerugian ke negara atau tidak," ujarnya.
Dalam pengawasannya, Sally menyebut BPKP bekerja sama juga dengan Jaksa Agung Muda Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (Jamdatun).
"Jadi, BPKP bersama Jamdarun sama-sama melakukan pengawalan tersebut. Ini juga pihak Pertamina kondisi bagaimana (menyoal) piutang dilakukan Garuda dan BUMN lain, dengan Pertamina pun, kami lakukan review-nya, apa apa saja yang harus mereka mitigasi risikonya, itu yang kami berikan sarannya kepada pihak terkait. Dalam hal ini, yang sudah minta ke kami Garuda, Pertamina, juga dari sisi Himbara," ungkapnya.
Artikel Terkait
Bahlil Larang Panic Buying BBM & LPG: Ini Dampak Perang Iran dan Cara Bijak Hemat Energi
Update Harga BBM Maret 2026 di Jateng: Pertalite Aman, Pertamax Naik Rp 500, Ini Daftar Lengkapnya!
Misteri Bau Busuk di Masjid Pangandaran Terungkap: Pemuda Tewas Tersengat Listrik Saat Mabuk?
Panglima TNI Copot Kabais? Ternyata Ini Kaitannya dengan Kasus Penyiksaan Aktivis Kontras