POLHUKAM.ID - Beredar Telegram Dinas dari Asisten Intelijen (Asintel) Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) berisi peringatan kepada seluruh jajaran TNI AD beserta keluarga di wilayah Ibukota Jakarta untuk mewaspadai peningkatan eskalasi yang berpotensi menimbulkan kerawanan keamanan.
Berikut isi Telegram Dinas tersebut:
TELEGRAM DINAS
Nomor: T-357/VIII/2025
Derajat: SANGAT SEGERA
Klasifikasi: KONFIDENSIAL
DARI: Asintel Kasad
KEPADA:
1. Pangdam Jaya
2. Danrem jajaran Garnisun Jakarta
3. Dandim jajaran Garnisun Jakarta
4. Seluruh Prajurit TNI AD dan keluarga di wilayah Garnisun/Jakarta
ISI :
1. Berdasarkan perkembangan terakhir, situasi di wilayah Jakarta mengalami peningkatan eskalasi dan berpotensi menimbulkan kerawanan keamanan.
2. Seluruh Prajurit TNI AD beserta keluarga agar tidak keluar rumah serta menunda segala bentuk aktivitas di luar rumah, kecuali atas perintah dinas atau untuk keperluan yang benar-benar mendesak.
3. Personel agar senantiasa waspada, tenang, tidak terprovokasi isu liar, serta mengikuti instruksi resmi melalui jalur komando.
4. Komandan satuan jajaran agar melaksanakan pengawasan dan memastikan perintah ini dipatuhi sepenuhnya oleh seluruh anggota dan keluarga.
5. Keselamatan prajurit dan keluarga merupakan prioritas utama dalam menghadapi situasi saat ini.
SELESAI
Dikeluarkan di : Jakarta
Pada tanggal : 29 Agustus 2025
ASISTEN INTELIJEN KASAD
(Cap Ttd)
TNI AD Bantah
Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen Wahyu Yudhayana membantah adanya surat edaran atas nama Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Maruli Simanjuntak yang meminta prajurit dan keluarganya tidak beraktivitas di luar rumah. Hal itu merespons situasi di Jakarta yang sedang memanas.
"TNI AD tidak mengeluarkan surat tersebut, secara ketentuan dinas semua aspek di dokumen tersebut tidak sesuai dengan administrasi umum yang berlaku di TNI/TNI AD," kata Wahyu saat dikonfirmasi di Jakarta, Jumat (29/8/2025).
Menurut Wahyu, pada saat seperti ini banyak pihak memanfaatkan momentum kericuhan demonstrasi untuk menyebarkan informasi hoaks yang menyesatkan masyarakat. Karena itu, Wahyu meminta seluruh masyarakat untuk tidak mudah termakan informasi yang berkeliaran di media sosial.
"Masyarakat jangan mudah percaya dengan penyebaran dokumen-dokumen yang membawa nama institusi TNI/TNI AD dan agar tetap tenang, tidak mudah terprovokasi apapun," jelas Wahyu.
Artikel Terkait
Viral di X, Sahroni Disebut Punya 3 Wanita Simpanan, Netizen: “M4mpus Dikulitin”
Motor dan Mobil di DPRD Makassar Dibakar Massa
Dihadang Ojol dan TNI, Seorang Ibu Ngotot Maju Saat Brimob Tembakan Gas Air Mata
Massa Mengamuk, Kantor Kejati Sulselbar Dibakar