Rismon juga menyinggung versi lain yang pernah diberitakan oleh kantor berita Antara, yang menyebut UTS Insearch sebagai program S2.
Simpang siur informasi dari berbagai sumber kredibel ini, menurutnya, sudah masuk dalam kategori pembohongan publik.
“Ini pembohongan publik,” tegasnya.
Ia lantas mempertanyakan esensi penyetaraan ijazah UTS Insearch dengan SMK di Indonesia. Menurutnya, kedua institusi tersebut memiliki tujuan yang fundamental berbeda.
“Tujuannya berbeda. SMK membekali kompetensi kerja, sementara UTS Insearch menyiapkan jalur akademik. Di mana titik temunya?” tanyanya retoris.
Luka Lama yang Kembali Menganga
Perdebatan mengenai latar belakang pendidikan Gibran sebenarnya bukanlah isu baru.
Jauh sebelum video Rismon viral, masalah ini sudah menjadi polemik panjang, bahkan sempat diseret ke meja hijau.
ebuah gugatan perdata pernah dilayangkan oleh Subhan Palal di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dengan nomor perkara 583/Pdt.G/2025/PN Jkt.Pst.
Gugatan tersebut secara spesifik mempersoalkan keabsahan ijazah SMA dan sertifikat UTS Insearch milik Gibran yang dinilai tidak setara.
Kritik tajam juga pernah dilontarkan oleh mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Said Didu.
Ia secara terbuka meragukan penyetaraan sertifikat UTS Insearch, yang menurutnya lebih mirip lembaga bimbingan belajar daripada institusi pendidikan formal setara diploma atau sarjana.
Said Didu juga menyoroti momentum penyetaraan ijazah tersebut yang dilakukan pada tahun 2019, tepat saat ayah Gibran, Joko Widodo, menjabat sebagai presiden, sehingga menimbulkan kesan kuat adanya nepotisme.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi resmi terbaru dari pihak Gibran Rakabuming Raka maupun Kementerian Sekretariat Negara untuk menjernihkan simpang siur data ini.
Sumber: Suara
Artikel Terkait
Materai Hijau Ijazah Jokowi: Fakta dari Saksi Angkatan UGM yang Bantah Klaim Profesor
Dalang Pajak vs KPK: Kisah Ganda Ki Mulyono dan Modus Suap Restitusi Rp1 Miliar yang Bongkar!
TNI Buka Suara Soal Video Intel & Anies di Warung Soto: Ini Faktanya!
Liu Xiaodong, Otak Pencurian 774 Kg Emas Ketapang: Kerugian Negara Tembus Rp 1 Triliun!