"Ada 30.000 dapur, masing-masing merekrut 50 [orang], itu sudah 1,5 juta loh," paparnya.
Selain itu, program pembentukan 80.000 koperasi baru juga berpotensi menyerap tenaga kerja. "80.000 dikali 3 [manajer], [itu sudah] 240.000," tambahnya.
Dalam skema ini, peran Kemnaker adalah sebagai pendukung utama. "Kalau kami kan penyiapan skill-nya," jelas Yassierli.
Contohnya, untuk program Makan Bergizi Gratis, Kemnaker akan menyiapkan skema sertifikasi bagi para pengolah makanan agar kualitas dan keamanannya terjamin.
Demikian pula untuk program lain seperti pembangunan sekolah dan perumahan subsidi, Kemnaker bertugas melatih dan menyiapkan tenaga kerja konstruksi yang kompeten.
Meskipun menyadari proses ini membutuhkan waktu dan tidak instan, Yassierli tetap optimis.
Ia meyakini bahwa dengan sinergi antar kementerian dan fokus pada program padat karya serta hilirisasi yang menciptakan nilai tambah, janji untuk membuka 19 juta lapangan kerja baru secara bertahap dapat diwujudkan.
Sumber: Konteks
Artikel Terkait
Pertemuan Rahasia di Solo: Pengamat Bongkar Alasan Sebenarnya Wasekjen Demokrat Temui Jokowi
Rieke Diah Pitaloka Bongkar Data BPJS: Benarkah Separuh Rakyat Indonesia Miskin?
Wali Kota Bekasi Nyaris Kena Golok Saat Tertibkan PKL: Ini Kronologi Lengkap dan Responsnya!
PAN Usung Prabowo-Zulhas Dua Periode: Akankah Koalisi Gemuk Prabowo Pecah?