"Ada 30.000 dapur, masing-masing merekrut 50 [orang], itu sudah 1,5 juta loh," paparnya.
Selain itu, program pembentukan 80.000 koperasi baru juga berpotensi menyerap tenaga kerja. "80.000 dikali 3 [manajer], [itu sudah] 240.000," tambahnya.
Dalam skema ini, peran Kemnaker adalah sebagai pendukung utama. "Kalau kami kan penyiapan skill-nya," jelas Yassierli.
Contohnya, untuk program Makan Bergizi Gratis, Kemnaker akan menyiapkan skema sertifikasi bagi para pengolah makanan agar kualitas dan keamanannya terjamin.
Demikian pula untuk program lain seperti pembangunan sekolah dan perumahan subsidi, Kemnaker bertugas melatih dan menyiapkan tenaga kerja konstruksi yang kompeten.
Meskipun menyadari proses ini membutuhkan waktu dan tidak instan, Yassierli tetap optimis.
Ia meyakini bahwa dengan sinergi antar kementerian dan fokus pada program padat karya serta hilirisasi yang menciptakan nilai tambah, janji untuk membuka 19 juta lapangan kerja baru secara bertahap dapat diwujudkan.
Sumber: Konteks
Artikel Terkait
Pertumbuhan 5,61% Justru Memiskinkan? Ekonom Ungkap Fakta Pahit di Balik Data Ekonomi Indonesia
Demo DJP Sumut: Buruh Bongkar Skandal Perusahaan Fiktif & Dugaan Intimidasi Whistleblower Berani Tolak Suap Rp25 M
Brigpol Arya Gugur Ditembak Saat Cegah Curanmor! Rekaman CCTV Ungkap Detik-Detik Mencekam
Jakmania Wajib Baca! Alumni MBFA Bongkar Fakta di Balik Nasib Persija yang Kian Terpinggirkan