"Ada 30.000 dapur, masing-masing merekrut 50 [orang], itu sudah 1,5 juta loh," paparnya.
Selain itu, program pembentukan 80.000 koperasi baru juga berpotensi menyerap tenaga kerja. "80.000 dikali 3 [manajer], [itu sudah] 240.000," tambahnya.
Dalam skema ini, peran Kemnaker adalah sebagai pendukung utama. "Kalau kami kan penyiapan skill-nya," jelas Yassierli.
Contohnya, untuk program Makan Bergizi Gratis, Kemnaker akan menyiapkan skema sertifikasi bagi para pengolah makanan agar kualitas dan keamanannya terjamin.
Demikian pula untuk program lain seperti pembangunan sekolah dan perumahan subsidi, Kemnaker bertugas melatih dan menyiapkan tenaga kerja konstruksi yang kompeten.
Meskipun menyadari proses ini membutuhkan waktu dan tidak instan, Yassierli tetap optimis.
Ia meyakini bahwa dengan sinergi antar kementerian dan fokus pada program padat karya serta hilirisasi yang menciptakan nilai tambah, janji untuk membuka 19 juta lapangan kerja baru secara bertahap dapat diwujudkan.
Sumber: Konteks
Artikel Terkait
Bahlil Larang Panic Buying BBM & LPG: Ini Dampak Perang Iran dan Cara Bijak Hemat Energi
Update Harga BBM Maret 2026 di Jateng: Pertalite Aman, Pertamax Naik Rp 500, Ini Daftar Lengkapnya!
Misteri Bau Busuk di Masjid Pangandaran Terungkap: Pemuda Tewas Tersengat Listrik Saat Mabuk?
Panglima TNI Copot Kabais? Ternyata Ini Kaitannya dengan Kasus Penyiksaan Aktivis Kontras