Ubedilah mengaku sejak awal telah menentang proyek ini. Ia menilai kereta cepat bukanlah skala prioritas dan merupakan bisnis yang tidak masuk akal bagi Indonesia. Kekhawatirannya kini terbukti, dan ia memproyeksikan kerugian akan terus membengkak.
"Nanti di semester pertama ini, tahun 2025, itu sudah rugi sekitar Rp1,6 triliun," ujarnya.
Bom Waktu Keuangan Negara
Dengan kondisi keuangan yang terus merugi triliunan rupiah setiap tahun, muncul pertanyaan besar mengenai kemampuan Indonesia melunasi utang yang mencapai Rp118 triliun. Ubedilah menyebut situasi ini sebagai bom waktu keuangan yang siap meledak kapan saja.
"Ini menjadi bom waktu seperti yang disampaikan oleh kepala dari kereta cepat itu," pungkasnya.
Sumber: Suara.com
Artikel Terkait
Viral Link Video Vell TikTok 8 Menit: Fakta Mengejutkan & Bahaya Tersembunyi yang Harus Kamu Tahu!
Hoaks Viral! Penkopassus Buka Suara Soal Isu Seskab Teddy Ditampar Pangkopassus
Ade Armando & Abu Janda Dilaporkan Polisi! Apa Isi Kontroversi Video Ceramah JK yang Bikin Heboh?
Forklift 2024: Solusi Cerdas Atasi Tantangan Logistik & Tingkatkan Efisiensi 300%?