Prasetyo menjelaskan, Presiden Prabowo khawatir kebiasaan bermain game kekerasan dapat menormalkan aksi brutal dalam pikiran anak-anak. Dampak psikologisnya berpotensi memicu bullying dan menganggap kekerasan sebagai hal biasa.
Ia juga menyebut contoh konkret game seperti PUBG, yang di dalamnya terdapat pengenalan berbagai jenis senjata yang mudah dipelajari. Hal ini dinilai berpotensi menjadi pemicu tindakan berbahaya.
Revitalisasi Kegiatan Sosial dan Peran Guru
Selain pembatasan konten digital, Presiden juga menginstruksikan langkah proaktif dengan merevitalisasi kegiatan sosial positif. Dua program yang ditekankan adalah menghidupkan kembali karang taruna di tingkat kampung dan kegiatan pramuka di lingkungan sekolah.
"Beliau tadi juga membahas bagaimana karang taruna harus aktif kembali, pramuka harus aktif kembali," terang Prasetyo.
Di sisi lain, seluruh guru dan tenaga pendidik diminta untuk meningkatkan kewaspadaan dan kepekaan sosial. Mereka diharapkan lebih aktif mengawasi siswa serta mampu mendeteksi perilaku mencurigakan di lingkungan sekolah untuk mencegah insiden serupa terulang.
Artikel Terkait
ICW Bongkar Skema SPPG Polri: Yayasan Bhayangkari, Konflik Kepentingan, dan Potensi Dana Triliunan!
Mengerikan! Ibu di Sumbawa Bakar Anak Kandung Hanya Karena Tolak Cari Rumput, Ini Kronologinya
Yenti Garnasih Prediksi Banyak Pihak Terseret: Fakta Mengejutkan Kasus Emas Ilegal Rp25,8 Triliun Toko Emas Semar
4 Dampak Mengerikan Awardee LPDP Dwi Sasetyaningtyas Usai Tak Mau Anak Jadi WNI: Blacklist hingga Ganti Rugi Miliaran!