Prasetyo menjelaskan, Presiden Prabowo khawatir kebiasaan bermain game kekerasan dapat menormalkan aksi brutal dalam pikiran anak-anak. Dampak psikologisnya berpotensi memicu bullying dan menganggap kekerasan sebagai hal biasa.
Ia juga menyebut contoh konkret game seperti PUBG, yang di dalamnya terdapat pengenalan berbagai jenis senjata yang mudah dipelajari. Hal ini dinilai berpotensi menjadi pemicu tindakan berbahaya.
Revitalisasi Kegiatan Sosial dan Peran Guru
Selain pembatasan konten digital, Presiden juga menginstruksikan langkah proaktif dengan merevitalisasi kegiatan sosial positif. Dua program yang ditekankan adalah menghidupkan kembali karang taruna di tingkat kampung dan kegiatan pramuka di lingkungan sekolah.
"Beliau tadi juga membahas bagaimana karang taruna harus aktif kembali, pramuka harus aktif kembali," terang Prasetyo.
Di sisi lain, seluruh guru dan tenaga pendidik diminta untuk meningkatkan kewaspadaan dan kepekaan sosial. Mereka diharapkan lebih aktif mengawasi siswa serta mampu mendeteksi perilaku mencurigakan di lingkungan sekolah untuk mencegah insiden serupa terulang.
Artikel Terkait
Rekrutmen BPJS Ketenagakerjaan 2026 Dibuka! CSO & AR, Ini Syarat dan Link Daftar Resminya
Hercules Tantang Menteri PKP: Buktikan Lahan Tanah Abang Milik Negara, 30 Menit Saja Siap Saya Kosongkan!
War Tiket Haji Ala Konser: Akhir Antrean 30 Tahun atau Masalah Baru?
Trump vs. MAGA: Perang Iran yang Mengubah Pemimpin Jadi Pengkhianat di Mata Pendukung Setia