Dari perspektif ekonomi, MBG menyimpan potensi besar sebagai mesin ekonomi riil. Kebutuhan pangan rutin berskala nasional dapat menjadi permintaan stabil bagi petani, peternak, nelayan, dan UMKM pangan lokal. Jika dikelola benar, MBG dapat menciptakan efek pengganda ekonomi: membuka lapangan kerja dan mendorong pemerataan pertumbuhan.
Potensi ini membutuhkan tata kelola cermat. Negara harus menghindari distorsi pasar, seperti ketergantungan produsen kecil pada satu pembeli besar. MBG harus dirancang sebagai penggerak ekosistem, bukan penguasa pasar, dengan memastikan keterbukaan akses dan keberpihakan pada ekonomi lokal.
Peran Teknologi dan Prioritas Wilayah 3T
Teknologi berperan strategis sebagai alat memperkuat tata kelola. Sistem digital dapat memetakan kebutuhan gizi, mengelola rantai pasok lokal, memantau distribusi, dan mengevaluasi dampak program. Namun, teknologi bukan solusi otomatis; ia harus didukung oleh tata kelola kuat, SDM berintegritas, dan pengawasan publik aktif.
Aspek wilayah juga krusial. Daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) harus menjadi prioritas utama. Di sana, MBG bukan sekadar soal gizi, tetapi juga simbol kehadiran negara yang harus diikuti dengan fasilitas layak dan guru sejahtera.
Kesimpulan: Mengarahkan MBG Menjadi Investasi Masa Depan
Pertanyaan "MBG: mesin gizi, ekonomi, atau uang?" adalah pertanyaan untuk diarahkan, bukan dipertentangkan. MBG dapat dan harus menjadi:
- Mesin Gizi yang memperbaiki kesehatan anak.
- Mesin Ekonomi yang menggerakkan ekonomi riil lokal.
- Mesin Sistem yang membangun tata kelola transparan berbasis teknologi.
Dengan keberpihakan pada sekolah, ekonomi lokal, dan kualitas pendidikan—serta dikelola dengan tata kelola sehat dan komunikasi yang transparan—MBG berpotensi menjadi investasi masa depan bangsa yang melampaui sekadar proyek besar hari ini.
Artikel Terkait
Meteor Jatuh di Danau Maninjau? Ternyata Ini Fakta yang Diumumkan Polisi!
Tower Seluler Ambruk di Atap Sekolah Surabaya: Begini Kronologi dan Dampak Mengerikannya!
Dino Patti Djalal Bongkar Bahaya Tersembunyi di Balik Dewan Perdamaian Gaza: Proyek Trump atau Solusi Nyata?
Pidato Prabowo di WEF 2026: Rahasia Visi yang Bikin Rakyat Miskin Tersenyum