"Komitmen Presiden yang pertama adalah ingin benar-benar berjuang di dalam Dewan Perdamaian ini untuk kemerdekaan Palestina secara utuh dan berdaulat secara penuh," kata Anwar.
Pintu Keluar Jika Tidak Ada Manfaat untuk Palestina
Poin kritis lainnya yang disampaikan adalah jaminan dari Presiden bahwa Indonesia membuka opsi untuk menarik diri dari keanggotaan BoP jika di kemudian hari ditemukan kebijakan atau arah yang tidak menguntungkan bagi perjuangan rakyat Palestina.
"Ada janji bahwa kalau memang tidak bermaslahat, Indonesia akan keluar. Itu yang disampaikan," tegas Anwar.
MUI Awalnya Kritik, Kini Dukung dengan Syarat
Anwar Iskandar juga mengakui bahwa sebelumnya MUI sempat menyampaikan kritik atas rencana keterlibatan Indonesia di BoP. Namun, kritik tersebut bersifat prinsipil dan konstruktif, tetap berpijak pada analisis mendalam mengenai potensi maslahat dan mudharat (bahaya) yang mungkin timbul.
"Kami memang mengkritik jika memang tidak ada maslahatnya. Kini, setelah penjelasan dan komitmen yang jelas, kami memberikan dukungan," pungkasnya.
Artikel Terkait
Investasi Strategis PT Metro Timur Indonusa: Mengapa Startup Gagal Meski Produknya Bagus?
Dana Rp28 Triliun Soros Bocor ke Indonesia: Target Rahasia dan Kontroversi Intervensi Asing
SP-3 untuk Rismon: Perlindungan Hukum atau Imunitas untuk Kasus Ijazah Palsu?
Skandal Dapur MBG Ponorogo: Anggaran Siswa Dipotong, Intimidasi Hingga Pencatutan Nama Menteri!