Pada malam harinya sekitar pukul 22.00 WIB, saat ibu dan saudara-saudaranya tertidur, Syauqi merebus teh beracun sambil menggunakan beberapa lapis masker. Ia juga memasukkan kapur barus hingga ruangan dipenuhi asap sebelum keluar dan menutup pintu.
Pada Jumat (2/1/2026) dini hari, setelah memastikan korban lemas, Syauqi menyuapi satu per satu ibunya, Siti Solihah (52), kakak perempuannya, Afiah Al Adilah Jamaludin (27), dan adik bungsunya, Adnan Al Jabrar Jamaludin (13), dengan teh beracun hingga ketiganya meninggal dunia.
Siasat Pelaku Pura-pura Jadi Korban
Usai aksi keji tersebut, Syauqi berusaha menutupi perbuatannya dengan membakar kembang api dan mengarahkannya ke tubuhnya sendiri agar terlihat seperti korban. Ia kemudian ditemukan lemas di depan kamar mandi sebelum dilarikan ke rumah sakit.
Motif Pembunuhan Keluarga di Jakarta Utara
Dari hasil penyidikan, polisi mengungkap motif pelaku adalah dendam. "Motif dari pelaku adalah dendam kepada keluarganya karena merasa diperlakukan berbeda dan sering dimarahi oleh ibunya," papar AKBP Onkoseno.
Penetapan tersangka dilakukan setelah penyidik mengantongi bukti ilmiah kuat, termasuk hasil laboratorium forensik, autopsi, analisis toksikologi dari Puslabfor Bareskrim Polri, serta barang bukti lainnya. Awalnya, polisi menduga kematian ini akibat keracunan makanan, namun investigasi membuktikan adanya pembunuhan berencana.
Kasus pembunuhan keluarga di Warakas ini menjadi perhatian publik dan menunjukkan betapa rekaman CCTV berperan penting dalam mengungkap kejahatan yang terencana.
Artikel Terkait
Viral Video Cukur Kumis di TikTok: Benarkah Pemeran Wanita Berhijab Ditangkap Polisi? Ini Faktanya!
Pesulap Merah Bohong! Istri Sakit Ditinggal, Ternyata Sudah Poligami Diam-Diam 4 Tahun
Illinois Langgar Aturan? Saat Negara Bagian AS Nakal Bergabung dengan WHO Sendirian
Bobon Santoso Pensiun! Akun YouTube 18 Juta Subscriber Dilepas Rp 20 Miliar, Ini Alasannya