Berdasarkan investigasi awal, asap tebal yang muncul dari kap mesin belakang bus disebabkan oleh kebocoran radiator. Ayu menjelaskan bahwa petugas berhasil menangani situasi dengan cepat. Seluruh penumpang telah dievakuasi dengan aman ke area halte dan dialihkan ke bus berikutnya secara tertib.
Tindak Lanjut dan Pemeriksaan Menyeluruh
Sebagai bentuk tanggung jawab, Transjakarta mengambil sejumlah langkah tegas:
- Pemberhentian Operasi (Grounded): Armada bus yang bermasalah langsung dihentikan operasinya.
- Inspeksi Menyeluruh: Dilakukan comprehensive check untuk memastikan kelaikan jalan sesuai standar.
- Audit Internal: Investigasi mendalam dilakukan terhadap insiden ini.
- Pemeriksaan Berkala: Transjakarta juga melakukan pemeriksaan pada 59 unit bus gandeng BBG merk Zhongtong lainnya, khususnya pada sistem pendingin, untuk mencegah terulangnya kejadian serupa.
Ayu menegaskan bahwa tidak ada toleransi bagi pengabaian standar teknis. "Hal ini kami lakukan untuk menjamin keamanan dan kenyamanan penumpang Transjakarta. Seluruh armada yang terdampak akan melalui proses audit teknis sebelum kembali beroperasi," pungkasnya.
Insiden di Halte Pancoran ini menjadi pengingat pentingnya perawatan rutin dan standar keselamatan yang ketat pada angkutan massal. Penumpang diimbau untuk tetap tenang dan mengikuti prosedur evakuasi jika menemui keadaan darurat serupa.
Artikel Terkait
MUI Bongkar Fakta Mengerikan: Bom Israel di Gaza Hancurkan Ribuan Warga Sampai Tak Bersisa?
Taqy Malik Bongkar Modus Mark Up Wakaf Al-Quran? Rekan Bisnis Ucapkan Ini!
Ketua BEM UGM Diteror Usai Kritik Pemerintah ke UNICEF: Ini Kronologi Lengkapnya!
Jokowi Klaim Tak Tandatangani, DPR Buka Fakta: Revisi UU KPK 2019 Hasil Kesepakatan Bersama!