Lebih lanjut, Nasri menyayangkan perlakuan oknum Brimob saat mengevakuasi korban. "Mereka menarik almarhum layaknya binatang, tidak digendong, tapi ditarik dari belakang ke dalam mobil dengan posisi menyamping," ujarnya penuh kesal.
Video Evakuasi Tersebar, Keluarga Nilai Ini Penganiayaan Murni
Video detik-detik evakuasi korban oleh oknum Brimob telah beredar luas di media sosial. Pihak keluarga menilai peristiwa pemukulan itu merupakan tindakan penganiayaan murni. Setelah dirawat intensif, Arianto akhirnya tidak tertolong.
Konfirmasi Pihak Brimob dan Proses Hukum
Komandan Batalyon (Danyon) C Pelopor, Kompol Rudy Muskitta, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Ia menyatakan bahwa kasus ini telah ditangani oleh Polres Tual. "Iya, sementara dalam penanganan Polres Tual," ujar Kompol Rudy.
Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi lebih lanjut dari kepolisian terkait dugaan penganiayaan tersebut. Proses penyelidikan oleh Polres Tual masih berlangsung untuk mengungkap kronologi lengkap dan mempertanggungjawabkan oknum yang terlibat.
Artikel Terkait
Mengerikan! Pemuda di Lahat Mutilasi & Bakar Ibu Kandung Gara-gara Judi Online
Warisan Rp731 Miliar untuk Istri Muda: Kakek Lansia Pilih Cinta, Keluarga Lama Murka!
Viral! Ressa Bocorkan Ayah Kandungnya Orang Aceh, Benarkah Teuku Ryan?
Fakta Mengejutkan! Kepala BGN Buka Suara Soal Motor Listrik Rp58 Juta, Ternyata Harga Belinya Cuma...