Proses Visum dan Investigasi Propam
Untuk mengungkap kebenaran, jenazah kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk dilakukan visum dan otopsi. "Kita bawa ke RS Bhayangkara untuk membuktikan apakah ada tindak kekerasan. Saya perintahkan pemeriksaan dilakukan dengan benar, tidak boleh ada yang ditutup-tutupi," tegas Zulham.
Bidang Propam Polda Sulsel menegaskan komitmennya untuk menangani kasus ini secara profesional. "Jika memang ada kejadian di luar kejadian umum atau ada kekerasan, kita akan ungkap dan tegakkan aturan yang berlaku," paparnya lebih lanjut.
Kondisi Keluarga Korban
Keluarga korban, yang ayahnya adalah seorang polisi di Polres Pinrang (Aipda H Jabir), saat ini masih menunggu proses visum di RS Bhayangkara. Setelah proses hukum selesai, jenazah rencananya akan dibawa ke rumah duka di Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan.
Investigasi oleh Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Sulsel masih terus berlangsung untuk memastikan penyebab kematian dan mempertanggungjawabkan pihak yang terlibat.
Artikel Terkait
Syekh Ahmad Al Misry Terungkap: Modus Beasiswa, Pelecehan di Tempat Ibadah, dan Penyalahgunaan Ayat
Mata Andrie Yunus Terancam Buta: Benarkah Hanya Dendam Pribadi Seperti Klaim TNI?
Video Viral Zahra Seafood 6 Menit 40 Detik: Fakta Mengejutkan & Bahaya Link Palsu yang Mengintai
Helikopter PK-CFX Jatuh di Sekadau: Serpihan Ekor Ditemukan, 8 Orang Masih Dicari!