Proses Visum dan Investigasi Propam
Untuk mengungkap kebenaran, jenazah kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk dilakukan visum dan otopsi. "Kita bawa ke RS Bhayangkara untuk membuktikan apakah ada tindak kekerasan. Saya perintahkan pemeriksaan dilakukan dengan benar, tidak boleh ada yang ditutup-tutupi," tegas Zulham.
Bidang Propam Polda Sulsel menegaskan komitmennya untuk menangani kasus ini secara profesional. "Jika memang ada kejadian di luar kejadian umum atau ada kekerasan, kita akan ungkap dan tegakkan aturan yang berlaku," paparnya lebih lanjut.
Kondisi Keluarga Korban
Keluarga korban, yang ayahnya adalah seorang polisi di Polres Pinrang (Aipda H Jabir), saat ini masih menunggu proses visum di RS Bhayangkara. Setelah proses hukum selesai, jenazah rencananya akan dibawa ke rumah duka di Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan.
Investigasi oleh Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Sulsel masih terus berlangsung untuk memastikan penyebab kematian dan mempertanggungjawabkan pihak yang terlibat.
Artikel Terkait
Gerebekan Hotel Tuban: Karyawan BUMN & Guru ASN Ditangkap Basah Usai 4 Hari Menginap
Impor 105.000 Pikap India: Benarkah Bunuh Industri Otomotif Nasional yang Kapasitasnya 400.000 Unit?
Impor 105.000 Pikap India: Bunuh Industri Nasional atau Pemerintah Punya Alasan Lain?
Kapasitas Produksi 400.000 Unit, Kok Impor 105.000 Pikap India? Ini Polemiknya!