Kasus KDRT Sukabumi: Anak Tiri 12 Tahun Tewas dengan Luka Lebam dan Bakar, Ibu Kandung Gugat
SUKABUMI - Lisnawati, ibu kandung almarhum Nizam Safei (12), kini berjuang keras mencari keadilan atas kematian putranya yang penuh misteri. Nizam tewas dalam kondisi yang mengerikan: tubuhnya dipenuhi luka lebam dan luka bakar, sehingga mencuat dugaan kuat ia menjadi korban Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT).
Didampingi Pengacara Kasus Diplomat Muda, Mira Widyawati
Dalam upayanya, Lisnawati menggandeng pengacara ternama, Mira Widyawati, yang juga menangani kasus kematian diplomat muda Arya Daru Pangayunan. Mira membantah keras kabar yang beredar bahwa ibu kandung Nizam telah meninggal. "Ibu kandung NS masih hidup. Informasi itu tidak benar," tegas Mira pada Senin (23/6).
Riwayat KDRT dan Hilangnya Kontak Selama 4 Tahun
Mira mengungkapkan, hubungan Lisnawati dan ayah Nizam, Anwar Satibi, telah lama retak. KDRT diduga telah terjadi sejak Lisnawati mengandung Nizam. "Bahkan pernah ada ucapan, 'Kamu mati saja sekalian dengan anak dalam kandunganmu'," ujar Mira menyampaikan penuturan kliennya.
Lebih tragis, dalam empat tahun terakhir, Lisnawati sama sekali kehilangan kontak dengan anaknya. Anwar disebut menyebarkan kabar kepada Nizam bahwa ibunya telah meninggal dunia.
Kondisi Jenazah yang Mengerikan dan Bantahan Soal Penyakit
Saat Lisnawati tiba di rumah sakit setelah diberitahu Nizam sakit paru-paru, anaknya sudah meninggal. Yang ia temukan adalah kondisi jenazah yang memilukan: penuh luka lebam, luka bakar, dan tanda pendarahan. Mira juga membantah kabar bahwa Nizam mengidap leukemia atau autoimun. "Sejak kecil NS sehat dan tidak punya riwayat penyakit berat," tegasnya.
Artikel Terkait
4 Dampak Mengerikan Awardee LPDP Dwi Sasetyaningtyas Usai Tak Mau Anak Jadi WNI: Blacklist hingga Ganti Rugi Miliaran!
Oknum Polisi Aniaya Petugas SPBU Cipinang: Kronologi Lengkap dan Fakta Terbaru
Ketua BEM UGM Difitnah LGBT: Ini Dalang di Balik Serangan Usai Kritik Makan Bergizi Gratis
Mengejutkan! Program Makan Bergizi Rp1,3 Triliun per Pekan Terancam Buang 62 Juta Porsi, CELIOS Ungkap Fakta