Hasil Visum dan Pernyataan Saksi Kritis
Hasil pemeriksaan forensik sementara dari RS Bhayangkara Sukabumi menemukan luka lebam dan bakar di tubuh luar, serta pembengkakan pada jantung dan paru-paru. Sampel organ telah dikirim ke lab forensik pusat di Jakarta untuk dikaji lebih lanjut.
Yang paling mencolok, sebelum meninggal, Nizam sempat menunjuk ke arah ibu tirinya (berinisial TR, 47) dan mengatakan bahwa ia dipukul serta dicekoki air panas. "Dalam kondisi kritis, anak seusia itu kecil kemungkinan mengarang cerita," kata Mira.
Potensi Pelanggaran UU Penghapusan KDRT dan Riwayat Laporan
Mira menilai kasus ini berpotensi masuk ranah UU Penghapusan KDRT. Terungkap juga bahwa Nizam pernah menjadi korban pemukulan dan kasusnya dilaporkan ke polisi, namun berakhir dengan mediasi. "Riwayat ini seharusnya jadi pintu masuk bagi penyidik," katanya.
Kuasa hukum kini mendampingi Lisnawati untuk berkoordinasi dengan Polres Sukabumi dan mengawal proses hukum secara aktif demi transparansi dan keadilan.
Pernyataan Ayah Korban
Sementara itu, Anwar Satibi, ayah kandung Nizam, belum memberikan pernyataan terkait dugaan KDRT. Ia hanya mengungkapkan kesedihannya. "Sampai kemarin saya pulang dari Sukabumi saya kasih uang Rp 50 ribu. Dia bilang alhamdulillah buat bekal di pesantren. Itu yang membuat saya sakit karena dia ingin jadi kiai," ujar Anwar.
Artikel Terkait
4 Dampak Mengerikan Awardee LPDP Dwi Sasetyaningtyas Usai Tak Mau Anak Jadi WNI: Blacklist hingga Ganti Rugi Miliaran!
Oknum Polisi Aniaya Petugas SPBU Cipinang: Kronologi Lengkap dan Fakta Terbaru
Ketua BEM UGM Difitnah LGBT: Ini Dalang di Balik Serangan Usai Kritik Makan Bergizi Gratis
Mengejutkan! Program Makan Bergizi Rp1,3 Triliun per Pekan Terancam Buang 62 Juta Porsi, CELIOS Ungkap Fakta