Dino mencatat bahwa dalam 15 bulan terakhir, tidak pernah terjadi kunjungan Presiden Prabowo ke Iran atau pertemuan bilateral dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian. Bahkan Menteri Luar Negeri Indonesia juga belum pernah melakukan kunjungan bilateral ke Teheran. Hal ini menunjukkan belum ada kedekatan atau kepercayaan yang cukup dari pemerintah Iran.
3. Pihak AS Tidak Mungkin Bersedia ke Teheran
Menurut Dino, mustahil bagi Presiden Donald Trump atau Menlu AS Marco Rubio—sebagai pihak penyerang—untuk bersedia berkunjung ke Teheran guna melakukan mediasi. “Ini tidak realistis dan tidak akan mungkin terjadi,” tegasnya.
4. Pertemuan dengan Netanyahu adalah Bunuh Diri Politik
Alasan terakhir dan paling krusial adalah bahwa mediasi akan mengharuskan Presiden Prabowo bertemu dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Dino menegaskan hal ini tidak mungkin dilakukan secara politik, diplomatik, maupun logistik. Pertemuan tersebut bisa dianggap sebagai political suicide atau bunuh diri politik bagi Prabowo di dalam negeri.
Dino mengakhiri analisisnya dengan menyatakan kebingungan atas munculnya wacana ini. “Saya sungguh tidak tahu dari mana datangnya ide yang menakjubkan ini agar Presiden Prabowo terbang ke Teheran untuk menjadi mediator konflik segitiga ini,” pungkas Dino Patti Djalal.
Artikel Terkait
Syekh Ahmad Al Misry Terungkap: Modus Beasiswa, Pelecehan di Tempat Ibadah, dan Penyalahgunaan Ayat
Mata Andrie Yunus Terancam Buta: Benarkah Hanya Dendam Pribadi Seperti Klaim TNI?
Video Viral Zahra Seafood 6 Menit 40 Detik: Fakta Mengejutkan & Bahaya Link Palsu yang Mengintai
Helikopter PK-CFX Jatuh di Sekadau: Serpihan Ekor Ditemukan, 8 Orang Masih Dicari!